Praktik Korupsi Mempermudah Kejahatan Lintas Negara

  • 31 Agt 2026 21:40 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Praktik korupsi di Indonesia kini telah berubah menjadi elemen kunci yang melancarkan operasi kejahatan lintas negara seperti judi online dan perdagangan narkoba. Dalam perspektif hubungan internasional, korupsi bertindak sebagai pelumas yang membuat sistem kejahatan ini berjalan mulus tanpa hambatan. Tanpa adanya oknum yang memberikan suap, situs-situs judi yang jelas melanggar hukum tidak akan bisa beroperasi dengan leluasa.

Sofi Mubarok, Lc., M.A. Dekan Fakultas Humaniora Univ. Darussalam Gontor Ponorogo dalam dialog SANKSI (Suara Anti Narkoba, Korupsi, Dan Judi) Programa 1 RRI Madiun, Rabu 26 Agustus 2026 menyoroti hubungan mutualisme antara pelaku kejahatan dan oknum korup yang memberikan perlindungan. "Karena misalnya situs-situs judul tertentu tidak jadi diblokir hanya karena beberapa orang melindungi itu karena dia disuap oleh cukong-cukong judul itu," ungkap Sofi. Hal ini membuktikan bahwa tanpa keterlibatan oknum, sistem kejahatan tersebut tidak akan mampu menembus pertahanan negara.

Jaringan kejahatan internasional, terutama narkoba, memanfaatkan celah korupsi di titik-titik krusial seperti pintu masuk negara untuk memasukkan barang terlarang. Jika sistem pengawasan masih rentan terhadap praktik suap, maka teknologi secanggih apa pun tidak akan mampu membendung arus masuk barang-barang terlarang."Peredaran itu kan tidak bisa masuk kecuali ada oknum-oknum tertentu yang membawanya atau yang meloloskan ee barang-barang itu bisa masuk," tegas Sofi.

Persepsi internasional terhadap Indonesia pun turut terpengaruh oleh tingginya angka korupsi yang dibarengi dengan maraknya judi online. Investor dan mitra global cenderung berpikir ulang untuk melakukan kerjasama jika iklim hukum dan etika bisnis di sebuah negara tidak stabil. Penurunan peringkat indeks persepsi korupsi Indonesia menjadi bukti nyata bahwa masalah ini adalah faktor yang menghambat kemajuan bangsa di kancah global.

Reformasi birokrasi dan keberanian politik menjadi keharusan mutlak untuk menutup celah-celah korupsi ini. Strategi pemberantasan harus menyentuh akar permasalahan, yaitu membersihkan sektor-sektor strategis dari praktik jual-beli jabatan atau wewenang. Menekankan aspek moral dalam pemberantasan, "untuk menyelesaikan bagi pemerintah tentu harus ada niat yang baik atau itikat yang baik. Mereka harus harus melandaskan ini dari mulai dari moral ya, tidak apapun," kata Sofi.

Dengan membersihkan rumah sendiri, posisi Indonesia di kancah internasional akan jauh lebih kuat dan disegani. Indonesia akan lebih mudah melakukan kolaborasi dengan negara lain untuk memutus rantai kejahatan lintas negara yang selama ini merongrong kedaulatan bangsa. Komitmen moral dari pimpinan hingga aparat di lapangan adalah kunci untuk mengembalikan kepercayaan dunia terhadap integritas bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....