Keluarga Sebagai Fondasi Utama Pendidikan Anti Korupsi sejak Dini
- 14 Agt 2026 07:36 WIB
- Madiun
Poin Utama
- Pendidikan karakter anti korupsi harus dimulai dari lingkungan keluarga, bukan hanya dari dunia pendidikan formal.
- Peran orang tua sangat krusial dalam menanamkan nilai kejujuran kepada anak-anak sejak usia dini sebagai fondasi integritas masa depan.
- Keteladanan di rumah mempengaruhi perilaku anak saat dewasa, di mana kebiasaan jujur dalam hal kecil akan membentuk moral kuat untuk menghindari perilaku koruptif.
RRI.CO.ID, Madiun - Pendidikan karakter anti korupsi tidak bisa hanya dunia pendidikan, melainkan harus dimulai dari lingkungan keluarga. Peran orang tua sangat krusial dalam menanamkan nilai kejujuran kepada anak-anak sejak usia dini sebagai modal utama untuk membentuk generasi yang berintegritas di masa depan.
Dalam dialog SANKSI (Suara Anti Narkoba, Korupsi dan Judi) Rabu, 12 Agustus 2026 di Programa 1 RRI Madiun, dosen Administrasi Publik Universitas Merdeka Madiun, Asrifia Ridwan, S.Sos., M.AP, mengungkapkan bahwa keteladanan di rumah akan sangat mempengaruhi perilaku anak saat dewasa. Jika anak terbiasa jujur dalam hal-hal kecil, mereka akan memiliki moral yang kuat untuk menghindari perilaku koruptif, seperti manipulasi data atau tindakan tidak jujur lainnya ketika beranjak dewasa.
Contoh konkret yang sering terjadi adalah ketidakjujuran anak terkait kebutuhan sekolah. Sering kali, anak melebih-lebihkan biaya untuk keperluan pribadi. Hal-hal sepele seperti ini, jika tidak segera diluruskan oleh orang tua, akan menjadi kebiasaan buruk yang terbawa hingga ke dunia kerja dan lingkungan masyarakat.
"Perlu untuk memberikan edukasi pendidikan anti korupsi sejak dini misalkan ketika misalkan orang tua mempercayai memberikan uang kepada anaknya sekian dan juga anak itu harus jujur" Kata Fia.
Selain pendidikan di rumah, lingkungan sekolah juga berperan penting melalui kurikulum pendidikan kewarganegaraan. Integrasi nilai-nilai integritas ke dalam dunia pendidikan diharapkan mampu mencetak individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki rasa malu untuk melakukan perbuatan yang salah.
Pada akhirnya, menciptakan budaya anti korupsi adalah proses jangka panjang yang dimulai dari keluarga. “Dengan menanamkan kejujuran dan integritas di rumah, kita sedang membangun benteng pertahanan yang kuat agar generasi mendatang tidak mudah tergoda oleh praktik korupsi,”kata Fia
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....