dari Seni, Jadi PNS dan Pebisnis Persewaan Kostum
- 03 Mar 2024 15:30 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Hidupkan seni maka seni akan menghidupimu. Ungkapan tersebut terbukti pada seorang Teky Dwi Ana Sari. Kecintaannya pada seni tari mengantarnya membuka sanggar Teky Sari Budaya dan bahkan menjadikannya PNS (Guru Kesenian di SMPN 9 Madiun).
Sanggar seni tersebut sebenarnya sudah didirikan Teky sejak dia masih menjadi mahasiswa. Namun seiring waktu, Teky semakin menyeriusi kegiatan sanggarnya dengan mendaftarkannya sebagai sanggar yang berbadan hukum pada 2016.
Belajar mendirikan dan mengelola sanggar dari Sanggar Seni Lindu Panon di Museum Ronggowarsito, Jawa Tengah, Teky ingin mewadahi bakat dan minat anak-anak di lingkungannya.
“Di sana (Sanggar Seni Lindu Panon) ada 300 siswa dan saya belajar dari itu, saya ingin ada sanggar yang mewadahi bakat minat anak-anak. Programnya sangat tertata. Mulai tingkatan madya, pra remaja dewasa. Saya inginnya adopsi itu ke sini. Tapi karena terbentur kegiatan dan tanggung jawab pekerjaan yang lain, sekarang ini menerima system privat atau event-event tertentu”, ungkap perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua MGMP Seni Budaya Kota Madiun ini.
Teky mengajarkan tari klasik, tari tradisional, tari kreasi dan tari Nusantara di sanggar yang ada di Desa Lemahbang, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan.
“Ada jenisnya sendiri sendiri. Kadang orang menganggapnya sama”, lanjut Teky(3/3/2024).
Di sanggarnya, Teky tidak hanya mengajarkan gerakan tari namun juga memikirkan konsep tari apabila ada yang meminta diajarkan tari kreasi dengan tema tertentu.
“Seperti kemarin yang tari pencak saat peringatan HUT RI, kita ambil juga dari tokoh Retno Dumilah. Penarinya dari atlet silat tapi Alhamdulillah bisa juga”, kenang Teky.
Walaupun Teky tidak mematok tarif khusus untuk jasa latihan menarinya, namun dia tetap menjalankannya secara profesional. Untuk latihan tari rutin, jasanya dihitung per waktu kedatangan siswa. Sementara itu Teky menerapkan system paketan untuk event atau konsep tari tertentu sesuai pesanan.
“Ide garapnya dari kami, customer tinggal terima jadi. Misalnya drama tari. Itu masuk paketan”, tambah Teky.

Karena seni tari merupakan kesatuan gerak, irama dan penampilan, kostum merupaka unsure yang tidak dapat dipisahkan. Melihat peluang lain dari pentas tari, Teky berusaha untuk melengkapi layanan di sanggar miliknya. Dia juga menyediakan kostum dan make up agar keperluan pentas tari menjadi lebih komplit. Seiring waktu, Teky juga menyewakan aneka kostum atau busana tema adat Nusantara.
“Saya berusaha untuk melengkapi karena biasanya customer itu pengennya paket komplit. Dari pada sewa keluar dan kebetulan ibu bisa menjahit, ya kami bikin pernak pernik dan kostumnya sekalian”, kata Alumni S2 Pendidikan Seni Universitas Negeri Semarang ini.
Mulai dari harga sewa Rp 7.500 per kostum pada tahun 2004, persewaan kostum milik Teky semakin banyak dicari. Terlebih pada saat dia mulai mengajar kesenian di SMP, Teky kesulitan mencari persewaan kostum tari. Sejak itulah dia tergerak untuk membuat kostum dan menyewakannya.
“Awalnya bikin sendiri kostum untuk lomba yang diikuti SMPN 9 Madiun. Kemudian ada guru dari sekolah lain yang lihat dan tanya sewa di mana kostumnya”, ungkapnya.
Semakin percaya diri dengan kostum-kostum buatannya, Teky bahkan mencoba membuat kostum untuk event yang lebih besar seperti karnaval. Dan kembali orang dibuat berdecak kagum.
“Karnaval itu karena semua harus ikut pawai budaya, mencari kostum kemana-mana kehabisan. Dari situ, dari kepuyengan mencari kostum , akhirnya jadi berkah buat saya karena bikin kostum sendiri”, cerita Teky.
Dengan ragam koleksi dan harga sewa kostum rata-rata Rp 100.000, pengguna jasa persewaan kostum Teky sampai ke luar kota. Bahkan jasa persewaan kostum ini tidak mengenal musim, selalu banyak dicari untuk segala event.
“Ada yang dari Ponorogo, perbatasan Wonogiri. Gak tau juga mereka taunya dari mana. Ada juga yang malam-malam telpon cari kostum, mau ambil ke rumah ya saya bukakan pintu. Ya semua itu boleh dibilang dari keterpaksaan, tapi menjadi berkah”, pungkas Teky.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....