Komunitas Dwija Madiun Dorong Generasi Muda Kenal Sastra Jawa!
- 30 Sep 2026 16:00 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Komunitas Dwija Madiun terus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengenal sastra Jawa melalui berbagai kegiatan di ruang publik. Upaya tersebut dilakukan dengan tidak membatasi kegiatan sastra hanya pada lingkungan pendidikan atau tempat-tempat yang secara khusus menjadi ruang berkesenian.
Dian Widyawati dari Komunitas Dwija Madiun mengatakan, komunitas bersama Jaringan Kebudayaan Madiun telah beberapa kali menggelar kegiatan sastra di tempat yang lebih terbuka bagi masyarakat. Salah satunya dilakukan dengan membaca geguritan dan puisi di kafe.
“Kami sudah membuka diri, berani di kafe, membaca geguritan, membaca puisi, dan disana banyak anak muda yang akhirnya mendengarkan juga tertarik dengan apa yang kami sampaikan di ruang publik,” ujar Dian saat berdialog di Ngobrol Bareng Komunitas bersama RRI Madiun.
Menurut Dian, ruang publik dapat menjadi alternatif untuk mempertemukan karya sastra Jawa dengan masyarakat yang mungkin tidak terbiasa mengikuti kegiatan sastra. Dengan cara tersebut, geguritan maupun puisi Jawa dapat dinikmati dalam suasana yang lebih santai sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal karya sastra daerah.
Dian menyebut perkembangan konten digital juga mulai memberikan ruang bagi bahasa Jawa untuk hadir dalam bentuk yang lebih beragam. Sejumlah kreator konten telah menggunakan bahasa Jawa dan membuat konten geguritan, meskipun karya tersebut masih menghadapi tantangan untuk menjangkau kalangan anak-anak.
“Sekarang itu banyak konten kreator yang menggunakan bahasa Jawa juga, loh. Guritan-guritan juga ada,” katanya.
Selain kegiatan komunitas, pengenalan sastra Jawa juga dilakukan melalui keterlibatan pelajar dalam kegiatan membaca geguritan. Komunitas Dwija Madiun menyebut adanya lomba membaca geguritan bagi siswa SD dan SMP di Kota Madiun sebagai salah satu kegiatan yang dapat mempertemukan generasi muda secara langsung dengan sastra Jawa.
“Lomba membaca geguritan yang diadakan oleh Dinas Pendidikan, untuk menyaksikan keprigelan adik-adik kita dari SD dan SMP yang membacakan salah satu materi keguritannya,” tutur Dian.
Komunitas Dwija Madiun berharap semakin banyak ruang yang dapat digunakan untuk memperkenalkan sastra Jawa kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan komunitas dan media digital. Dengan semakin sering tampil di ruang publik, sastra Jawa diharapkan tidak hanya menjadi karya yang dibaca dalam lingkungan tertentu, tetapi juga dapat hadir sebagai bagian dari aktivitas budaya masyarakat sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....