Bahasa Jawa Mulai Terkikis, Komunitas Dwija Dorong Pelestarian Mulai dari Rumah

  • 30 Sep 2026 15:58 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Penggunaan bahasa Jawa di kalangan generasi muda dinilai menghadapi tantangan di tengah perubahan lingkungan dan perkembangan media sosial. Komunitas Dwija Madiun mendorong pelestarian bahasa Jawa dimulai dari lingkungan keluarga melalui kebiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Ismiati dari Komunitas Dwija Madiun dalam program Ngobrol Bareng Komunitas (NGOBRAS) Pro 1 RRI Madiun belum lama ini. Menurutnya, keluarga memiliki peran penting karena menjadi lingkungan pertama yang berinteraksi langsung dengan anak sekaligus menjadi tempat anak belajar meniru kebiasaan berbahasa.

“Kalau bahasa Jawa itu sering digunakan, insyaallah akan lestari dan digunakan. Itu dimulai dari keluarga,” ujar Ismiati.

Ismiati menjelaskan, kebiasaan berbahasa anak saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh orang tua dan lingkungan sekitar. Perkembangan media sosial serta interaksi dengan teman sebaya turut menjadi bagian dari lingkungan yang membentuk cara anak berkomunikasi.

“Anak-anak itu sekarang banyak dengan gadget, banyak dengan teman-temannya daripada dengan orang tuanya,” katanya.

Karena itu, Ismiati mengajak orang tua tetap memanfaatkan waktu bersama anak untuk membiasakan penggunaan bahasa Jawa. Menurutnya, meskipun waktu kebersamaan keluarga semakin terbatas, penggunaan bahasa Jawa dalam interaksi sehari-hari dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga keberlangsungannya.

“Seminim-minimnya kebersamaan kita dengan anak, diusahakan tetap menggunakan bahasa Jawa. Nah, itu akan lestari insyaallah,” tutur Ismiati.

Dian Widyawati dari Komunitas Dwija Madiun menambahkan, keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam mengenalkan bahasa Jawa kepada anak. Ia menilai, harapan agar anak belajar bahasa Jawa dari lingkungan sekitar akan sulit terwujud apabila keluarga sendiri tidak membiasakan penggunaannya.

“Yang utama itu keluarga. Keluarga itu yang utama sebagai payung untuk mengenalkan bahasa jawa kepada anak saat berada di rumah,” kata Dian.

Menurut Dian, tantangan pelestarian bahasa Jawa semakin kompleks karena selain keluarga, sekolah dan lingkungan, media sosial kini memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan anak. Oleh sebab itu, pembiasaan bahasa Jawa di rumah dinilai penting agar generasi muda tetap mengenal bahasa sekaligus nilai budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....