Kenali Tiga Hal Utama Penyebab Rasa Minder dan Meragukan Potensi Diri
- 19 Agt 2026 11:11 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Rasa minder dan keraguan terhadap kemampuan diri sendiri merupakan fenomena psikologis yang kerap dialami oleh banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, (UKWMS) Kampus Kota Madiun, Yonathan Setyawan, M.Psi., menyoroti kondisi tersebut, dan menjelaskan kepada RRI Madiun terkait faktor apa saja yang mempengaruhi kondisi tersebut.
“Kondisi seperti minder atau ragu sama diri sendiri, sering kali menghambat potensi seseorang ini umumnya tidak muncul tanpa sebab. Terdapat tiga faktor utama yang menjadi pemicu munculnya perasaan inferior tersebut,” w
Yonathan, sapaan akrabnya menjelaskan bahwa faktor pertama yang menjadi akar permasalahan adalah pola pikir yang keliru atau dikenal dalam istilah psikologi sebagai distorsi kognitif. Pada kondisi ini, otak manusia secara otomatis memiliki kecenderungan untuk memelintir atau menginterpretasikan sebuah fakta secara tidak proporsional.
Akibatnya, seseorang cenderung mengecilkan arti sebuah keberhasilan. Saat meraih suatu kesuksesan, orang yang mengalami kondisi ini kerap menganggap pencapaiannya hanya sebatas faktor kebetulan belakangan semata, bukan karena kapasitas diri.
Sebaliknya, merespons kegagalan justru dilakukan secara destruktif. Ketika mengalaminya, seseorang akan dengan cepat memberikan label negatif pada diri sendiri, seperti menganggap dirinya tidak cakap atau kurang cerdas.
Selanjutnya, penyebab kedua yang tidak kalah berdampak adalah tingginya standar kesempurnaan yang diterapkan pada diri sendiri atau perfeksionisme berlebihan.
“Jadi adanya tuntutan untuk selalu tampil tanpa cela. Nah hal tersebut sering kali menjadi beban mental yang berat,”ungkap Dosen Psikologi itu kepada RRI Madiun.
Pola pikir perfeksionis ini membuat seseorang terus menuntut hasil seratus persen sempurna dalam setiap tindakan. Dampaknya, pencapaian yang sebenarnya sudah tergolong baik tetap dinilai kurang dan belum memenuhi ekspektasi yang ditetapkan.
Adapun faktor ketiga yang memicu timbulnya rasa minder adalah kebiasaan membandingkan pencapaian diri sendiri dengan orang lain. Kebiasaan ini makin terakselerasi terutama ketika seseorang berada di lingkungan pergaulan atau kerja yang sangat kompetitif.
“Terlalu sering memantau keberhasilan orang lain tanpa mempertimbangkan proses masing-masing pada akhirnya melahirkan perasaan inferior. Hal inilah yang terus-menerus mengikis rasa percaya diri dan membuat seseorang merasa paling rendah di antara sesamanya,” tegasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....