Cukup Ada Sinar Matahari, Lahan Sempit Bisa Disulap Menjadi Kebun Produktif!

  • 30 Jun 2026 13:19 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Keterbatasan lahan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat perkotaan untuk bercocok tanam. Selama masih terdapat area yang memperoleh sinar matahari, setiap sudut rumah berpotensi disulap menjadi kebun produktif melalui konsep urban farming.

Hal tersebut disampaikan Dosen Universitas PGRI Madiun sekaligus pegiat urban farming, Slamet Riyanto, ST., M.M., saat menjadi narasumber dalam program Green Radio Pro 1 RRI Madiun bertema Urban Farming: Solusi Hijau untuk Lahan Terbatas.

Menurut Slamet, masyarakat yang tinggal di kawasan perkotaan umumnya menghadapi keterbatasan lahan akibat padatnya permukiman. Banyak rumah yang tidak lagi memiliki halaman luas, bahkan sisi kanan dan kiri bangunan telah dipenuhi tembok. Namun kondisi tersebut tidak berarti menghilangkan kesempatan untuk bercocok tanam.

"Kalau ada sinar matahari, di situ pasti ada peluang tanaman bisa tumbuh. Jadi kita tinggal memanfaatkan ruang yang masih mendapat cahaya matahari," ujarnya.

Ia menjelaskan, urban farming merupakan upaya memanfaatkan lahan sempit agar tetap produktif. Berbagai tanaman kebutuhan dapur, seperti kangkung, bayam, sawi, cabai, hingga tanaman obat keluarga dapat dibudidayakan menggunakan pot maupun polybag.

Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga dalam skala kecil, keberadaan tanaman juga membuat lingkungan rumah menjadi lebih hijau dan nyaman dipandang. Menurut Slamet, meski kontribusi satu rumah terhadap kualitas udara tidak terlalu besar, jika dilakukan secara bersama-sama dampaknya akan semakin terasa.

Ia menilai urban farming juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Menanam tanaman sendiri membuat seseorang memahami proses panjang dalam menghasilkan bahan pangan, mulai dari menyiapkan media tanam, menyiram, memberi pupuk, hingga memanen hasilnya.

"Menanam satu pohon atau satu pot sayuran saja sudah merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan," katanya.

Slamet menambahkan, masyarakat tidak perlu menunggu memiliki pekarangan luas untuk memulai urban farming. Teras rumah, balkon, pagar, hingga atap rumah yang memperoleh sinar matahari dapat dimanfaatkan sebagai lokasi bercocok tanam.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....