Urban Farming Jadi Solusi Hijau untuk Warga Kota di tengah Keterbatasan Lahan

  • 26 Jun 2026 18:41 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Keterbatasan lahan di kawasan perkotaan tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk bercocok tanam. Dengan memanfaatkan pekarangan sempit, pot, hingga polybag, masyarakat tetap dapat menghasilkan sayuran dan buah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga melalui konsep urban farming.

Hal tersebut disampaikan Dosen Universitas PGRI Madiun sekaligus pegiat urban farming, Slamet Riyanto, ST., M.M., saat menjadi narasumber dalam program Green Radio Pro 1 RRI Madiun yang mengangkat tema "Urban Farming: Solusi Hijau untuk Lahan Terbatas".

Slamet menjelaskan urban farming merupakan kegiatan memanfaatkan lahan terbatas di wilayah perkotaan agar menjadi produktif. Menurutnya, konsep ini bukan ditujukan untuk menggantikan sektor pertanian dalam skala besar, melainkan sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.

"Urban farming adalah konsep masyarakat perkotaan memanfaatkan lahan yang terbatas untuk bercocok tanam. Minimal bisa memenuhi kebutuhan dapur rumah tangga, seperti cabai, kangkung, sawi, maupun tanaman obat," jelasnya belum lama ini.

Ia mengatakan, semakin banyak kawasan perumahan yang memiliki lahan sangat terbatas, bahkan tanpa halaman. Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu lebih kreatif memanfaatkan setiap sudut rumah yang masih mendapatkan paparan sinar matahari.

"Selama ada sinar matahari, di situ masih ada peluang tanaman bisa tumbuh. Jadi tidak perlu menunggu memiliki lahan luas untuk mulai menanam," katanya.

Dalam praktiknya, Slamet lebih menyarankan penggunaan media tanam berupa tanah dibandingkan hidroponik bagi pemula. Menurutnya, hidroponik memang memiliki sejumlah keunggulan, tetapi membutuhkan biaya perawatan yang lebih tinggi karena memerlukan nutrisi khusus dan pengawasan yang lebih intensif.

Sebaliknya, media tanah dengan tambahan pupuk organik dinilai lebih sederhana dan ekonomis. Bahkan, masyarakat dapat memanfaatkan polybag maupun barang bekas seperti kemasan minyak goreng sebagai wadah tanam.

Ia juga mendorong pemanfaatan limbah dapur sebagai pupuk organik. Cangkang telur, kulit bawang, hingga sisa sayuran dapat dikubur di dalam media tanam sehingga menjadi sumber nutrisi bagi tanaman sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....