Psikolog Ungkap Cara Melatih Diri untuk Memaafkan Secara Sehat
- 31 Mar 2026 20:13 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pernahkah merasa bingung atau sulit untuk bagaimana agar bisa benar- benar memaafkan kesalahan orang lain maupun luka yang terjadi?. Memaafkan perlu dilakukan dengan penuh kesadaran dan bukan tekanan, dan ada cara yang dijelaskan oleh Psikolog untuk melatih diri kita dalam memaafkan secara sehat.
Hal pertama yang dapat dilakukan menurut Psikolog Robik Anwar Dhani, M.Psi., Psikolog., adalah mengakui betul (uncovering) luka yang dialami baik karena apa dan siapa penyebabnya. Mengakui luka yang dialami maka diri kita akan melakukan refleksi dengan lebih jujur, dan ini menjadi kunci utama dalam melanjutkan tahapan memaafkan.
Cara berikutnya yakni dengan mencoba memahami dari sudut pandang atau perspektif lain. “Ya kita perlu melihat dari sudut pandang orang lain juga supaya kita bisa memaafkan orang yang sudah membuat kesalahan kepada kita,” jelas Robik
Selanjutnya, ketika kita bisa memahami perspektif orang lain bahwa setiap orang dapat melakukan kesalahan yang sama, maka kita juga bisa melepaskan ekspektasi terhadap orang lain. “Jadi cara berikutnya adalah dengan tidak terlalu berekspektasi tinggi terhadap orang lain, biar tidak terluka atau tersakiti sangat dalam lagi,” ucap Robik.
Penting untuk berlatih juga bagaimana kita berempati dan berbelas kasih, dan membuat batasan atau set boundaries. Memaafkan itu bukan berarti mengorbankan diri kita untuk menjadi korban dan selalu menerima kesalahan yang sama.
Robik mengingatkan bahwa memaafkan juga seperti merawat diri kita dengan tetap menerapkan batasan sehat. Adanya batasan sehat, tentu membuat privasi kita tetap terjaga dan tidak memunculkan hal- hal yang membuat kita tidak nyaman bahkan menyebabkan munculnya luka kembali.
Proses setiap individu untuk bisa memaafkan juga berbeda, dan sekali lagi bergantung pada tingkat luka atau sakit hati yang dialami, dan prosesnya tidak selalu instan. Setiap tahapan memang perlu dilalui namun hal inilah yang justru penuh dengan kejujuran, kelapangan hati, sehingga proses memaafkan itu tidak berada dalam tekanan, namun akan lebih bisa memahami,menerima dan melepaskan emosi- emosi negatif untuk selanjutnya menjadi kekuatan baru baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....