Proses Memaafkan Menurut Psikolog

  • 31 Mar 2026 15:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Memaafkan adalah sebuah proses yang kompleks dan tidak mudah. Banyak faktor yang mempengaruhi proses memaafkan baik dari tingkat kesalahannya maupun kondisi internal dari individu yang akan memberikan maaf.

Terdapat empat tahapan dalam proses memaafkan yang dijelaskan oleh Psikolog sekaligus Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun, Robik Anwar Dhani, M.Psi., Psikolog. Proses memaafkan yang tentunya tidak instan dan dapat berlangsung dalam waktu yang berbeda pada setiap individu ini meliputi uncovering atau menyadari luka, membuat keputusan, upaya yang dilakukan dan memaknai luka yang terjadi itu sendiri.

“Nah, proses yang pertama adalah kita menyadari bahwa kita ini sebenarnya memang lagi disakiti dan terluka. Sering menjadi problematika adalah ketika lisan kita mengucapkan kata maaf namun dalam hati tidak, maka perlunya uncovering atau mengakui dan membuka bahwa kita terluka karena siapa dan apa, agar dapat melanjutkan tahap atau proses memaafkan berikutnya,” jelas Robik kepada RRI Madiun.

Robik melanjutkan Setelah menyadari dengan sepenuhnya luka yang dialami dan siapa yang menyakiti, maka proses berikutnya yakni membuat keputusan atau dengan kata lain mempertimbangkan apakah ingin memberikan maaf tersebut.

Menurut Robik, hal tersebut tergantung dari tingkat lukanya, karena ada perbuatan yang memang bisa dimaafkan atau bisa dimaafkan dengan syarat atau tidak termaafkan karena mungkin sudah melanggar prinsip bahkan norma.Namun, ketika pilihannya adalah bisa memaafkan baik secara cuma- cuma atau memaafkan dengan kita mengupayakan, maka akan berlanjut pada tahapan berikutnya.

Proses ketiga adalah mengupayakan, lantas upaya yang seperti apa?

Robik menegaskan jika proses mengupayakan ini bisa dengan cara meningkatkan empatinya kita. Usai berefleksi bahwa semua orang bisa membuat kesalahan yang sama, maka emosi negatif pun perlahan bisa dilepaskan.

Ketika kita mampu melepas emosi negatif maka kita akan lebih dapat lagi memaknai peristiwa atau hal- hal yang membuat kita terluka. “Seperti menemukan makna atau lesson learn maupun moral story dari apa yang sudah terjadi,” ucap Robik.

Jadi memang proses memaafkan sangatlah tidak instan. Memaafkan tentu akan membuat hati dan pikiran menjadi tenang dan dapat menemukan kedamaian dalam menjalankan kehidupan dan menjalin hubungan yang lebih baik dan memahami batasan- batasan yang tepat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....