Makna Memaafkan, yang Bukan Hanya Sekedar Lisan
- 27 Mar 2026 22:33 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Dalam tradisi masyarakat kita, lebaran menjadi momen untuk saling memaafkan. Kerabat dan sanak saudara bahkan diri kita sendiri saling mengungkapkan ‘mohon maaf lahir dan batin’ sambil berjabat tangan, namun apakah makna memaafkan hanya sebatas ungkapan itu saja?
Psikolog Madiun, Robik Anwar Dhani, M.Psi, Psikolog menjelaskan bahwa proses dalam memaafkan itu cukup kompleks terlebih jika dilihat dari sisi psikologi.
"Lebaran menjadi momen kita membersihkan diri baik dari dalam kita sendiri maupun saat kita berelasi, dan memaafkan sendiri dalam sudut pandang psikologi merupakan proses dan perjalanan ketika seseorang dapat melepaskan keinginan untuk balas dendam,” jelas Dosen Psikologi UKWMS Kampus Kota Madiun, Sabtu (28/3/2026).
Lebih lanjut, bahwa proses memaafkan juga merupakan kondisi ketika diri kita dapat mengurangi atau menghilangkan dorongan untuk menghindari orang yang pernah menyakiti kita. Selain itu memaafkan menjadi proses dalam diri seseorang untuk dapat dan mulai membuka kesempatan dalam memberikan tanggapan dengan cara yang lebih positif.
“Jadi memaafkan adalah perubahan dalam motivasi,emosi, dan cara berpikir
Terhadap orang yang pernah menyakiti kita. Namun yang berubah bukan masa lalu, tetapi cara kita membawa pengalaman tersebut dalam hidup kita sekarang,” ujarnya dalam program Teman Cerita PRO 1 RRI Madiun.
Terdapat tiga aspek utama yang ada dalam proses memaafkan, yakni aspek kognitif atau pikiran, aspek emosional atau perasaan serta aspek perilaku atau tindakan. Aspek kognitif sendiri merupakan pola pikir yang sadar bahwa setiap manusia memiliki keterbatasan dan dapat melakukan kesalahan yang sama, dengan begitu kita dapat memposisikan diri.
Emosi- emosi negatif sering muncul ketika kita disakiti maupun mendapatkan luka terlebih dari orang- orang terdekat kita. Butuh waktu dan tahapan untuk bisa memaafkan, dan juga penting untuk bisa merilis berbagai emosi negatif tersebut.
"Kemampuan dalam merilis emosi- emosi negatif akibat luka yang didapatkan, selanjutnya akan membantu kita dalam menentukan sikap. Inilah yang merupakan aspek perilaku atau tindakan, respon yang sehat bisa kita berikan. Namun hal ini juga bergantung pada tingkat luka yang didapatkan," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....