Mahasiswa PNM: Video Bagus Harus Bercerita dan Sinematik
- 14 Okt 2025 12:02 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Dua mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (PNM), Maladhoi Royhan Saputra dan Shaula Elsani Aulia, membagikan pandangan mereka tentang bagaimana menciptakan video yang bagus di era digital saat ini. Menurut mereka, kualitas video tidak hanya bergantung pada teknologi atau perangkat canggih. Kemampuan bercerita dan sentuhan sinematik yang mampu menghadirkan suasana bagi penonton, menjadi factor yang lebih penting.
“Video yang bagus harus memiliki sisi sinematik karena bisa membuat penonton merasa seolah berada di dalam video tersebut. Terasa feel, suasana yang ada di dalam video tersebut,” ujar Royhan saat siaran Obrolan Sore Ceria PRO 2 RRI Madiun.
Sisi sinematik, menurut Royhan dan Shaula, membuat video tampak lebih hidup dan tidak kaku. Melalui pengambilan gambar yang cermat, pencahayaan yang tepat, dan penyuntingan visual yang halus, video bisa menyentuh emosi penonton serta menyampaikan cerita dengan kuat.
Dalam hal teknis, Royhan menjelaskan bahwa saat ini resolusi 4K menjadi standar video jernih dan profesional. Untuk mencapainya, dibutuhkan kamera yang mendukung resolusi 4K, serta proses pengeditan yang dilakukan dengan software yang juga mendukung ekspor dan rendering di resolusi tersebut.
“Resolusi kamera idealnya di atas 50 megapiksel, support 4K 60fps, dan tentunya didukung mesin editing dengan prosesor terbaru serta penyimpanan besar,” jelasnya.
Namun demikian, keduanya sepakat bahwa peralatan canggih bukanlah satu-satunya faktor penentu kualitas video. Royhan mengungkapkan bahwa dirinya tumbuh dengan keterbatasan alat, namun hal itu justru mendorongnya untuk lebih kreatif dalam mengambil gambar dan mengolah video. Sementara alat yang canggih merupakan pendukung dalam membantu memperbaiki kualitas video.
“Sebagus apapun devicenya kalau skill kita gak mumpuni, pasti hasilnya juga biasa. Jadi yang penting kualitas skill yang kita miliki. Device itu sebagai alat pembantu”, tegas Shaula.
Bagi Royhan, elemen paling penting dalam sebuah video adalah cerita yang kuat dan mampu menyentuh penonton. Sementara itu, menurut Shaula, sebuah video dikatakan berhasil apabila mampu membuat penontonnya bertahan hingga akhir, tanpa melewatkan bagian mana pun.
“Video yang bagus adalah yang punya storytelling bagus, bisa merangkul penonton, dan memanjakan penonton dengan visualnya. Jadi penonton berasa ada di dalam video itu,” terang Royhan.
Dari pandangan dua mahasiswa ini, kunci utama dalam menciptakan konten video yang menarik terletak pada perpaduan antara skill, cerita yang kuat, dan visual yang sinematik. Peralatan pendukung memang penting, tetapi tidak bisa menggantikan kreativitas dan kepekaan pembuat video dalam menyampaikan pesan secara emosional.
Royhan dan Shaula berhasil meraih Juara 2 dalam kategori Master Videografi Challenge pada ajang Indonesian Polytechnic English Championship (IPEC) 2nd 2025. IPEC dikenal sebagai ajang bergengsi untuk mengasah kemampuan bahasa Inggris mahasiswa melalui berbagai cabang lomba seperti essay, debat, speech, hingga videografi. Melalui pengalaman dan pembelajaran dari keterbatasan, Royhan dan Shaula menjadi contoh bahwa semangat untuk terus berkembang bisa melahirkan karya yang berkualitas, bahkan dari awal yang sederhana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....