Brian: Pemikiran Global untuk Mengangkat Potensi Lokal

  • 16 Jul 2025 15:18 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Musik bukan lagi sekadar seni, melainkan juga bagian dari industri kreatif yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Namun di tengah ramainya persaingan, kekuatan materi dalam sebuah karya bukanlah satu-satunya faktor penentu kesuksesan. Demikian penilaian Lorensa Brian, musisi asal Magetan yang telah merasakan langsung dinamika persaingan di platform musik digital.

Menurut Brian, digitalisasi memang sangat membantu musisi untuk memperkenalkan karya mereka ke publik. Namun di sisi lain, keberhasilan dalam platform digital juga sangat ditentukan oleh kemampuan membaca selera pasar.

“Sekarang itu dari mana saja bisa berkarya. Platformnya banyak. Musisi wajib berpikir global biar bisa bersaing. Karena ketika karya kita sudah dilempar ke platform digital, audiensnya bukan cuma dari satu daerah. Yang dengar bisa dari mana saja. Kalau kita gak belajar berpikir global, terus gimana?” ujar Brian.

Ia menilai, kemampuan berpikir global sangat penting agar musisi bisa menjangkau pendengar lebih luas dan tidak terbatas pada lingkup tertentu. Bagi Brian, lebih dari sekadar viral, karya yang bisa diterima di pasar global memiliki peluang untuk dikenang lebih lama.

Perubahan tren yang cepat turut menjadi tantangan tersendiri bagi para musisi. Di era digital seperti saat ini, jumlah rilisan lagu sangat tinggi dalam waktu singkat, membuat persaingan semakin ketat.

“Tiap zaman punya tantangannya sendiri-sendiri. Sekarang memang lebih mudah merilis lagu, tapi karena banyak banget musisi yang rilis, pilihannya makin banyak. Selain kekuatan materi, faktor keberuntungan juga berperan. Kalau gak punya label, ya harus rajin promosi sendiri,” jelasnya.

Meski demikian, Brian tetap percaya bahwa kekhasan setiap musis, baik dari segi musikalitas maupun lirik, memiliki tempat tersendiri di hati pendengar. Ia mendorong agar idealisme dalam mengangkat potensi lokal tetap dipertahankan, namun dengan pendekatan yang lebih modern dan berpikiran luas.

“Cara mengangkat potensi lokal lewat lagu-lagu populer. Ada lagu pop yang mungkin nanti dikasih instrumen musik tradisional. Terutama gen Z ya, bisa lebih kena. Yang mungkin sebelumnya mereka belum tahu, jadi tahu”, sambungnya.

Menurutnya, strategi seperti ini adalah bentuk kolaborasi antara kejelian melihat selera pasar dan keberanian membawa ciri khas lokal. Selera musik memang berubah-ubah, tapi karya yang jujur dan kuat secara karakter akan selalu menemukan pendengarnya.

Sebagai musisi daerah, Brian juga turut menjajal platform digital untuk meramaikan pasar global. Total 13 lagu yang sudah Brian ciptakan, terdiri dari 7 lagu bersama band lamanya, ONEIRO, dan 6 lagu sebagai musisi solo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....