'Jatuh Cinta' pada Kambing PE Bawa Cuan Jutaan
- 23 Jun 2025 16:23 WIB
- Madiun
KBRN, Ngawi : Seorang ibu muda di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sukses mengembangkan peternakan kambing kontes. Ratusan ekor kambing jenis Peranakan Etawa (PE) dibudidayakan di Ong Chai Farm, yang berlokasi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Sine, tepat di lereng Gunung Lawu.
Tina, ibu satu anak yang telah menekuni usaha peternakan kambing PE selama beberapa tahun terakhir. Saat ini, lebih dari 200 ekor kambing berhasil ia pelihara dengan sistem budidaya profesional.
Bermula dari terpesona dengan bentuk fisik dan bulu kambing PE yang unik membawa Tina terjun ke dunia peternakan secara serius.
“Saya tertarik karena bulu kambing PE itu unik, beda dari kambing biasa. Dari situ saya mulai belajar dan akhirnya memutuskan untuk membudidayakan,” ujar Tina saat ditemui, Jumat (30/5/2025).
Sejak awal, Tina memang menargetkan untuk menghasilkan kambing jumbo berkualitas kontes. Selain perawatan intensif, ia juga berinvestasi besar untuk mendapatkan bibit unggul.
“Dulu saya dapat bibit langsung dari Kaligesing, jenis PE unggulan. Harganya lebih dari Rp100 juta untuk usia sekitar satu tahun,” ungkap mantan TKW tersebut.
Kambing-kambing dari Ong Chai Farm rutin diikutkan dalam berbagai kontes, dari tingkat regional hingga nasional. Prestasi pun tak sedikit. Terbaru, salah satu kambing jantan dari farm milik Tina menyabet Juara I Kelas A dalam kontes tingkat nasional di Jombang, Jawa Timur, Mei lalu.
Di kalangan pecinta kambing kontes, nama Ong Chai Farm sudah cukup dikenal. Peternakan ini juga menjadi rujukan pembeli yang mencari anakan dan indukan kambing PE berkualitas, hasil persilangan dari induk dan pejantan berprestasi.
Menurut Tina, anakan kambing mulai dijual saat berusia dua bulan ke atas. Harga jual pun fantastis, bisa mencapai puluhan juta rupiah tergantung kualitas fisik dan garis keturunannya.
“Kemarin ada yang laku hampir Rp20 juta, usia anak kambingnya baru dua bulan,” ujar Tina.
Tak hanya diminati warga lokal, pembeli dari luar kota seperti Bogor, Banjarnegara, hingga Malang juga pernah datang langsung ke kandang untuk membeli bibit unggulan. Selain menjual anakan, Ong Chai Farm juga menyediakan indukan dengan harga kisaran Rp20 juta per ekor.
Kambing-kambing bernilai tinggi di Ong Chai Farm dipelihara dengan perawatan khusus. Tina dibantu tujuh orang pekerja untuk merawat seluruh kambing yang ada di kandang.
Pakan diberikan secara rutin dua kali sehari untuk kambing kontes dan satu kali untuk kambing khusus breeding. Menu pakan meliputi hijauan segar, ampas tahu, serta suplemen nutrisi dan vitamin.
“Kami rutin beri vitamin supaya kambing tetap sehat dan tampil maksimal,” ujar Hamad Nazaruddin, salah satu perawat kandang.
Untuk menjaga kebersihan dan kesehatan bulu, kambing dimandikan dua kali seminggu menggunakan sabun khusus. Setelah itu, bulu dikeringkan dengan hairdryer lalu dijemur di bawah sinar matahari.
“Kalau tidak dikeringkan langsung, bisa menyebabkan jamur atau bulu rontok,” jelas Hamad.
Kini, Ong Chai Farm menjadi salah satu sentra peternakan kambing PE kontes yang menjanjikan di wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Berkat dedikasi dan perawatan intensif, Tina membuktikan bahwa hobi bisa menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....