Yoyo, Permainan Freedom yang Triknya Terus Berkembang

  • 26 Mei 2025 10:09 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Yoyo adalah permainan yang cukup banyak diketahui banyak orang. Dari informasi, permainan ini sudah ada sejak tahun 400-500 SM (sebelum masehi) di Yunani. Sekarang ini permainan Yoyo makin banyak peminat, dan trik bermainnya juga terus berkembang.

Anggota Komunitas Mayor (Madiun Yoyo Spinner) Septian Bima Saputra atau yang akrab disapa Levian mengatakan, trik Yoyo memang terus berkembang. “Dan benar-benar freedom, bebas mau kamu kreasikan apa,” ujar dia saat menjadi narasumber Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) RRI Madiun, Sabtu(24/5/2025).

Sejak tahun 2000, Levian menjelaskan, Yoyo sudah dikenalkan dengan sistem bearing. “Ini yang memudahkan kita bisa berkreasi bermain Yoyo sesuka hati,” ujar dia. Kebebasan dalam mengkreasikan permainan Yoyo ini juga ditunjukan oleh banyak pemain Yoyo di media sosial (medsos).

Levian sendiri mengaku, ada beberapa pemain Yoyo profesional yang mengsinpirasinya. “Seperti yang saya kagumi adalah player Indonesia, Ahmad Kharisma yang sudah memenangi juara Asia Pasific, atau Jonathan Sitanggang. Mereka punya trik yang menyegarkan sekali,” ujar dia. Dari situlah muncul inspirasi untuk bisa dikembangkan lagi menjadi ciri khas sendiri. “Bisa dari otak-atik sendiri, sebebas itu, semau apapun kalian,”.

Anggota komonitas Mayor yang lainnya, Sony menjelaskan, untuk permainan Yoyo ini ada beberapa kategori. “Seperti kategori 1A itu pakai satu Yoyo unresponsive. Ini bisa untuk belajar bagi pemula. Karena Yoyo pakai bearing, jadi muter terus, tidak naik meski dihentak,” ujar dia.

Lalu ada 2A, ini pakai dua Yoyo responsif. “Yoyo yang bisa kembali ke tangan (saat dilempar). Bisa untuk trik loop the loop. Bisa naik dan turun,” ujar dia. Lalu ada kategori 3A, permainan dengan dua Yoyo unresponsive. “Sama dengan 1A, hanya pakainya dua Yoyo,” ujar dia.

Kemudian kategori permainan Yoyo 4A, atau yang bisa disebut offstring, jadi lepas dari tali. “Yoyo bisa dilempar lempas dari tali,” ujar Sony. Serta 5A, kategori permainan dengan memakai Yoyo yang ada bandulnya. “Jadi tidak diikat ditangan. Bandul juga bisa dimainkan,” ucap Sony.

Anggota Komunitas Mayor lainnya, Ahmad Haris mengatakan, permainan Yoyo itu pure seni. “Dimana, apa yang kita curahkan dalam permainan bisa kita kembangkan sendiri seiring berjalannya waktu. Jadi selagi kita main, ada inspirasi dan referensi yang bisa kita kembangkan sesuai ciri khas kita. Itu enjoyment dari permainan Yoyo,” ucap dia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....