Memahami Konteks Membaca Nyaring Dalam Pendidikan Bahasa Indonesia
- 15 Apr 2025 17:29 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Di tengah perkembangan teknologi dan budaya membaca yang kian tergerus, metode membaca nyaring atau read aloud kembali digaungkan sebagai strategi efektif dalam membentuk karakter dan membangun budaya literasi sejak dini. Hal ini disampaikan oleh Kristophorus Divinanto AY., M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia UKWMS Kampus Madiun, dalam sebuah dialog Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) Pro1 RRI Madiun.
Menurut Kristophorus, membaca nyaring bukan sekadar aktivitas mengeluarkan suara saat membaca. “Membaca nyaring adalah proses menyampaikan bacaan dengan penghayatan, intonasi yang tepat, dan ekspresi yang sesuai agar pesan teks sampai dengan kuat kepada pendengar, terutama anak-anak,” jelasnya, Senin, (14/4/2025).
Ia menambahkan bahwa metode ini sangat penting terutama untuk anak usia dini hingga sekolah dasar. “Ketika orang tua atau guru membaca nyaring, anak tidak hanya belajar kosakata baru, tapi juga belajar memahami emosi, nilai moral, bahkan struktur bahasa secara tidak langsung,” ujarnya saat ditemui dalam aplikasi Zoom.
Kristophorus juga menjelaskan bahwa membaca nyaring memiliki banyak manfaat. Selain mempererat hubungan emosional antara pembaca dan pendengar, aktivitas ini mampu merangsang imajinasi anak, meningkatkan daya konsentrasi, serta membantu mereka menjadi pembaca mandiri yang kritis dan ekspresif. “Ini adalah jembatan menuju pembaca sejati,” tegasnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya pemilihan bahan bacaan. “Buku yang dipilih harus sesuai usia dan tingkat perkembangan anak. Cerita yang mengandung nilai kebaikan, keberanian, empati, dan kejujuran sangat dianjurkan,” katanya. Ia pun mendorong para guru dan orang tua untuk aktif mencari atau bahkan menciptakan cerita yang kontekstual dan dekat dengan kehidupan anak-anak.
Dalam praktiknya, membaca nyaring tidak selalu harus dilakukan dalam suasana formal. Kristophorus menganjurkan agar kegiatan ini dibuat menyenangkan. “Bisa dilakukan di kamar sebelum tidur, di ruang keluarga, atau bahkan di taman. Gunakan suara tokoh yang berbeda, gerakan tubuh, dan alat peraga bila perlu,” sarannya.
Kristophorus Divinanto AY., M.Pd. menyampaikan harapan besarnya. “Jika membaca nyaring menjadi kebiasaan harian di rumah dan sekolah, maka kita sedang menanamkan benih literasi yang akan tumbuh menjadi pohon peradaban di masa depan. Anak-anak akan tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya secara emosional dan sosial.” Melalui metode sederhana namun sarat makna ini, membaca nyaring kembali mengingatkan kita bahwa suara seorang pendidik, orang tua, atau kakak yang membacakan cerita bisa menjadi awal dari perubahan besar dalam hidup seorang anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....