Menguak Rahasia Kunci Produktif Menulis Sastra

  • 24 Jan 2025 14:19 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun: Eagleton, seorang ahli teori sastra dan kritikus dari Inggris memberi pendapat bahwa sastra karya tulisan indah (belle letters) yang mencatatkan sesuatu dalam bentuk bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjang-pendekkan dan diputarbalikkan, dijadikan ganjil atau cara penggubahan estetis lainnya melalui alat bahasa.

Sementara itu, menulis sastra merupakan proses kreatif yang membutuhkan ketekunan, inspirasi, dan strategi yang tepat. Files Walidha Tanjung, seorang penulis muda berbakat, berbagi pengalaman dan tips produktif menulis sastra. "Saya itu bisa dikatakan setiap hari selalu menulis. Karena bagi saya, menulis itu adalah sebuah terapi yang menenangkan, atau bisa dikatakan stress healing ," katanya saat ditemui pada program Ngobras Pro1 RRI Madiun, Kamis (23/1/2025).

Files, yang telah melahirkan banyak sekali karya sastra populer, menekankan pentingnya membangun kebiasaan menulis yang konsisten. “Menulis itu bukan sekadar bakat, tetapi soal kebiasaan. Jika Anda menunggu inspirasi, karya Anda tidak akan pernah selesai,” ungkapnya. Menurut Files, seorang penulis perlu menemukan suara dan gaya tulisannya sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca banyak karya sastra dari berbagai genre. “Bacalah sebanyak mungkin, tetapi jangan lupa untuk tetap setia pada gaya dan suara Anda sendiri. Jangan terlalu terpengaruh oleh penulis lain,” katanya.

Rutinitas adalah kunci produktivitas. Files menyarankan para penulis untuk menetapkan waktu khusus setiap hari untuk menulis, meskipun hanya satu paragraf. “Menulis setiap hari akan membantu Anda mengasah kemampuan dan menjaga momentum kreatif. Tema yang ditulis pun bisa beragam, namun kalo saya memang ketika menulis mencoba juga untuk menyesuaikan dengan momentum yang ada. Setelah itu rajin-rajinlah kirim ke redaksi entah itu akan diterima atau ditolak,” jelasnya.

Kemudian, Files juga membagikan cara mengatasi writer’s block, yang sering menjadi momok bagi penulis. Ia menyarankan untuk tidak memaksakan diri saat ide tidak mengalir. “Beristirahatlah sejenak, cari inspirasi dari lingkungan sekitar, atau coba menulis hal-hal kecil yang tidak berkaitan dengan proyek utama Anda,” tuturnya. Penulis masa kini memiliki banyak keuntungan dengan adanya teknologi. Files menyarankan untuk menggunakan aplikasi penulisan dan bergabung dengan komunitas sastra. “Komunitas bisa menjadi tempat bertukar ide, menerima kritik, dan mendapatkan dukungan moral. Dengan bertukar ide, kualitas sastra yang dihasilkan tentu akan berbeda. Lalu, referensi bacaan pun juga akan menjadi pengaruh seorang penulis,” tambahnya.

Di akhir diskusi, Files mengingatkan bahwa menulis sastra bukan hanya tentang menghasilkan karya, tetapi juga menyampaikan pesan yang berarti. “Sastra adalah cerminan kehidupan. Menulislah dengan hati dan tujuan yang jelas. Karya Anda akan berbicara kepada pembaca dengan cara yang tidak terduga,” pungkasnya. Dengan tips dan semangat yang ia bagikan, Files Walidha Tanjung memberikan motivasi kepada para penulis muda untuk terus berkarya dan menjadikan menulis sebagai sarana eksplorasi diri serta kontribusi bagi dunia sastra.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....