Asah Otak Melalui Papan Catur: Pesona Permainan Klasik
- 09 Jan 2025 21:45 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Siapa yang tidak mengenal olahraga catur. Sebuah permainan yang terlihat sederhana, namun memiliki tingkat kesulitan dan kerumitan yang tidak mudah dipecahkan bagi yang bukan ahlinya. Di era saat ini, apakah catur masih diminati?
Catur, olahraga yang identik dengan strategi dan konsentrasi tinggi, terus berkembang pesat di Kabupaten Madiun. Melalui Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Madiun, olahraga ini mendapat perhatian serius. Berkat pembinaan yang terarah dan konsisten, sejumlah atlet catur muda telah mencetak prestasi gemilang. Salah satunya adalah Arif Yulianto, Mahasiswa semester 8 UIN Ponorogo, atlet berbakat yang terus menunjukkan kemampuan terbaiknya di tingkat regional maupun nasional. Sejak tahun 2014, Arif telah bergelut dengan olahraga asah otak ini. "Saya awalnya ya terbiasa karena orangtua kebetulan juga pemain catur, jadi ya menurun," saat ditemui di studio Pro1 RRI Madiun, Kamis (9/1/2025).
Arif membagikan kisahnya tentang bagaimana ia memulai perjalanan di dunia catur. “Jadi saya hanya mencoba-coba bermain catur bersama teman. Namun, ketika bergabung dengan Percasi, saya mendapat bimbingan yang serius, sehingga kemampuan saya meningkat,” ungkapnya. Dengan kerja keras, Arif berhasil meraih beberapa prestasi meski belum di tingkat Nasional. Ia pun bercita-cita menjadi Grandmaster Indonesia suatu hari nanti.
Sementara itu, Dwi Setianingsih, Sekretaris Percasi Kabupaten Madiun, menjelaskan pentingnya pembinaan dan kompetisi untuk memajukan olahraga catur. “Kami terus mengadakan latihan dan rekrutmen untuk menemukan talenta baru. Selain itu, dan pelatihan itu bersifat intensif kepada atlet-atlet muda seperti Arif, agar mereka bisa bersaing di level yang lebih tinggi,” ujar Dwi yang mengenal catur sejak 2 tahun yang lalu.
Menurut Dwi, catur bukan sekadar permainan, tetapi juga alat untuk melatih kemampuan berpikir logis, konsentrasi, dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, Percasi Kabupaten Madiun juga aktif melakukan sosialisasi agar catur lebih dikenal dan diminati generasi muda. “Kami percaya, dengan pengenalan catur sejak dini, anak-anak akan memiliki fondasi berpikir yang lebih kuat. Apalagi beberapa sekolah-sekolah di Kabupaten Madiun juga sudah mulai memperkenalkan catur pada ekstrakurikuler mereka ya,” tambahnya.
Melihat perkembangan positif ini, harapan besar digantungkan pada regenerasi atlet catur di Kabupaten Madiun. Dwi menegaskan, dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah sangat penting. “Kami berharap pemerintah dapat terus memberikan fasilitas, termasuk pendanaan untuk mengikuti kejuaraan-kejuaraan bergengsi. Catur ini memang sederhana, namun sebetulnya olahraga mahal,” ujarnya.
Ke depan, Percasi Kabupaten Madiun berkomitmen untuk terus membina atlet-atlet muda yang berpotensi, mengadakan lebih banyak turnamen, dan mempromosikan catur sebagai olahraga yang mendidik dan prestisius. Dengan upaya bersama, cita-cita melahirkan Grandmaster dari Kabupaten Madiun bukan lagi impian belaka.
Semangat Arif dan komitmen Percasi Kabupaten Madiun adalah bukti nyata bahwa olahraga catur tidak hanya sekadar permainan, tetapi juga sarana untuk meraih prestasi dan membangun karakter. Dengan kerja keras dan dedikasi, masa depan catur di Kabupaten Madiun tampak cerah. Di akhir obrolannya bersama Pro1 RRI Madiun, Dwi berpesan bagi siapapun yang ingin bergabung dengan Percasi Kabupaten Madiun dipersilahkan, meskipun belum memiliki dasar sekalipun. " Kami membuka peluang bagi siapa saja yang ingin bergabung silahkan. Bahkan Sabtu, 11 Januari 2025, kami juga mengadakan pertemuan Rapat Terbuka pembentukan club catur di Caruban, tepatnya di MIN 2 Kampus 3, pkl 13.00 wib,"
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....