Jangan Asal Naik! Ini Pesan Dari Para Pendaki
- 02 Jan 2025 22:08 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun: Kegiatan mendaki gunung saat ini memasuki tren di kalangan masyarakat. Antusiasme millenial untuk menaklukkan gunung menjadi cerita tersendiri yang menarik untuk dikulik. Tak terkecuali, Farid, Beki, Falia, dan Alfia yang merupakan pegiat alam dari Madiun. Dalam obrolannya bersama Ngobras Pro1 RRI Madiun, mereka berbagi cerita dan pengalamannya.
Farid menekankan pentingnya persiapan fisik dan mental sebelum mendaki. “Gunung bukan tempat untuk main-main. Latihan fisik seperti jogging atau hiking di bukit kecil sangat membantu tubuh agar siap menghadapi medan yang berat. Selain itu, mental juga harus dipersiapkan untuk menghadapi kondisi tak terduga, seperti cuaca ekstrem,” ujarnya, Kamis (3/1/2025). Selain itu tanggungjawab ketika berada di alam harus bersikap seperti apa, itu yang perlu ditekankan. "Sampah masih menjadi masalah di gunung, pendaki juga masih ada beberapa yang masih enggah untuk membawa sampah ke bawah," kata farid.
Bekki, yang juga seorang pengusaha peralatan keperluan mendaki juga mengatakan, perlunya mengetahui barang apa saja yang seharusnya dibawa dan tidak ketika mendaki. "Daftar peralatan wajib yang tidak boleh dilupakan.Tenda, sleeping bag, dan matras adalah perlengkapan dasar. Jangan lupa membawa pakaian hangat, jas hujan, senter, power bank, dan peralatan memasak ringan. Pilih perlengkapan yang ringan tapi fungsional,” jelas laki-laki yang mengawali pendakian sejak tahun 2014 itu.
Sementara itu, seorang pendaki tek tok (pendaki estafet datang dan pulang sekaligus), Alfia menggarisbawahi pentingnya menjaga kelestarian alam dengan menerapkan prinsip leave no trace. “Jangan meninggalkan sampah, bahkan jika itu sekadar tisu atau botol plastik. Bawa kantong sampah sendiri dan bawa turun semua sampah yang dihasilkan. Selain itu, hindari merusak flora dan fauna setempat,” tegasnya. Alfia yang juga seorang konten kreator menyoroti ketertarikan gen Z pada gunung saat ini. Semakin tertarik, gunung akan semakin banyak diminati, namun justru jangan lengah, ini juga ancaman alam jika tidak dijaga dengan baik.
Di sisi lain Falia yang merupakan pendaki yang dibekali dari orangtuanya menambahkan bahwa pengetahuan tentang rute pendakian sangatlah penting. “Pelajari medan pendakian sebelum berangkat, apakah melalui peta atau aplikasi digital. Jika memungkinkan, bergabunglah dengan kelompok yang sudah berpengalaman. Jangan malu bertanya kepada penduduk setempat atau petugas pos pendakian,” katanya.
Di akhir obrolan, Farid memberikan tips bagi pemula ketika akan mendaki, diantaranya memulai dengan gunung yang mudah dan tidak etrlalu tinggi. Bawa makanan dan minuman yang cukup: Bekal yang praktis, seperti makanan instan atau camilan bergizi, sangat membantu menjaga energi. Kemudian, berjalan dengan ritme yang nyaman, jangan terlalu memaksakan diri agar stamina tidak cepat habis.
Beki menutup perbincangan dengan menyampaikan pesan bahwa pendakian gunung tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga manfaat kesehatan fisik dan mental. “Mendaki membantu meningkatkan kebugaran, mengurangi stres, dan mempererat kebersamaan jika dilakukan dalam kelompok,” ujar Beki. Dengan edukasi dan tips dari para pegiat alam ini, diharapkan para pendaki semakin bijak dan siap dalam menjalani petualangan mereka. Ingatlah bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dan menjaga kelestarian alam adalah tanggung jawab bersama. Pulang dengan selamat adalah tujuan mendaki yang sebenarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....