30 Maret, Sejarah Peringatan Hari Film Nasional

  • 30 Mar 2024 11:10 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Hari ini 30 Maret, setiap tahunnya diperingati sebagai "Hari Film Nasional". Penetapan tanggal tersebut berdasarkan sejarah kuat yang dimulai pada 30 Maret 1950, saat Usmar Ismail melakukan proses syuting Film "Darah dan Doa".

Dikutip dari Wikipedia, Djamaluddin Malik, pada tahun 1962 menyarankan agar Hari Film Nasional merujuk pada tanggal produksi film "Darah & Doa", 30 Maret 1950. Film tersebut dianggap sebagai tonggak sejarah film pertama yang disutradarai oleh orang Indonesia.

Hari Film Nasional diperingati untuk merayakan karya sinematik Indonesia serta mengenang perjalanan dan tokoh-tokoh penting dalam industri film tanah air. Perayaan ini juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran industri film dalam membentuk identitas dan budaya bangsa

Peringatan Hari Film Nasional tahun ini mengangkat tema 'Beragam Filmnya, Ramai Penontonnya'

"Melalui slogan Beragam Filmnya, Ramai Penontonnya, kami berharap akan selalu muncul apresiasi yang tinggi bagi beragamnya unsur yang ada dalam sebuah film, termasuk salah satunya adalah genre film. Keberagaman inilah yang patut kita hargai" Ungkap Direktur Perfilman, Musik, dan Media, Kemendikbud-Ristek, Ahmad Mahendra lewat rilis resminya.

Meskipun ditetapkan pada tahun 1962, perayaan Hari Film Nasional baru terlaksana setelah 37 tahun, karena terhambat oleh situasi politik pada masa itu. Hari Film Nasional ditetapkan oleh Presiden BJ Habibie melalui Keputusan Presiden RI No.25/1999.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....