Dari Los Angeles ke Jakarta, Francis Pulang Bersama “Purple Skies”
- 02 Okt 2026 20:24 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Ada sesuatu yang familiar dari “Purple Skies”. Bukan karena ceritanya ingin mengajak kita kembali ke masa lalu, tetapi karena hampir semua orang pernah punya satu kenangan yang, ketika muncul lagi.
Perasaan itu yang dibawa Francis Karel, yang kini lebih akrab diperkenalkan sebagai Francis, lewat single terbarunya, “Purple Skies”. Lagu ini sekaligus menandai chapter baru bagi Francis setelah beberapa tahun tinggal di Los Angeles dan tumbuh sebagai singer-songwriter di tengah ekosistem industri musik Amerika.
Musisi berusia 27 tahun ini kembali ke Jakarta membawa pengalaman dan perspektif tersebut, sekaligus membuka ruang baru untuk mengeksplorasi musiknya. “Purple Skies” sendiri lahir cukup spontan.
Berangkat dari sebuah hubungan romantis yang singkat tetapi membekas, Francis menulis lagu ini dalam waktu sekitar empat jam. Yang menarik, ia tidak melihatnya sebagai lagu patah hati.
Ceritanya memang sudah selesai, tapi bukan berarti semua yang tertinggal harus terasa sedih. Ada kenangan yang cukup disimpan sebagai sesuatu yang pernah terasa baik.
“Buat aku, ‘Purple Skies’ bukan tentang wanting someone back. Lebih ke perasaan hangat ketika kita mengingat sesuatu yang pernah membuat kita happy. The memory stays, and somehow the good feeling stays too,” ujar Francis sebagaimana dikutip RRI, Jum'at (2/10/2026).
Cerita “Purple Skies” juga diterjemahkan ke dalam music video yang dibintangi Chicco Kurniawan dan Diandra Agatha. Lewat sebuah perjalanan imajinatif dengan roket, keduanya seperti dibawa keluar dari realitas, masuk ke dunia yang terbentuk dari memori, emosi, dan nostalgia.
Di situlah purple skies hadir sebagai gambaran dari sebuah kenangan yang terasa begitu indah dan familiar. Seperti ketika kita mengingat satu momen di masa lalu dan, untuk sesaat, ingin tinggal sedikit lebih lama di sana.
Francis ikut terlibat sejak awal dalam pengembangan konsep bersama sutradara Imaji Fabiandava, sehingga music video ini tidak hanya mengikuti cerita lagunya, tetapi juga membawa penonton masuk lebih jauh ke dunia yang Francis bayangkan untuk “Purple Skies”.
Perjalanan Francis sendiri sudah dimulai jauh sebelum “Purple Skies”. Namanya mulai mendapat perhatian lewat “Little Boy” pada 2018, lalu berlanjut dengan sejumlah single dan dua EP, “Handle With Care” (2022) dan “Crash & Burn” (2023).
Kini, Francis membawa pulang semua pengalaman itu ke Jakarta. Bukan untuk mengubah arah musiknya, tapi untuk melanjutkan apa yang selama ini ia suka lakukan yakni menulis lagu, bertemu cerita-cerita baru, dan sekarang,mencoba ruang kreatif yang lebih luas sebagai music producer.
Dan untuk memulai lagi di Indonesia, Francis memilih “Purple Skies”, salah satu lagu yang paling personal buatnya. “Purple Skies” tersedia di seluruh digital streaming platform mulai 30 September 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....