Rod Stewart Konfirmasi Tur 2027 Sebagai Konser Terakhirnya
- 29 Sep 2026 04:41 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pelantun lagu slow rock bertajuk Maggie May, sekaligus Penyanyi legendaris bersuara serak khas, Rod Stewart resmi mengonfirmasi melalui pengumuman terkait rangkaian konsernya. Bertajuk ‘Rod Stewart: The Final Encore’, tur ini akan menjadi yang terakhir dalam perjalanan kariernya.
Pemilik nama lengkap Sir Roderick David Stewart itu memilih sejumlah kota di Eropa dan Inggris dalam perhelatan rangkaian turnya. Keputusan Musisi veteran berusia 81 tahun tersebut menjadi penanda berakhirnya tradisi keliling dunia yang telah dijalankannya selama lebih dari 60 tahun.
Kota- kota yang dipilih akan melintasi berbagai kota besar di Inggris Raya, termasuk Belfast, Glasgow, Birmingham, Manchester, dan London. Setelah menyambangi berbagai negara di Eropa, rangkaian perjalanan panggung tersebut dijadwalkan berakhir pada Juli 2027, di Hanover, Jerman.
Melalui pernyataan resminya, Stewart mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan penggemar selama karir bermusiknya.
"Waktunya telah tiba untuk mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan di jalanan,” ucapnya seperti yang diwartakan The Guardian.
“Setelah lebih dari enam dekade, The Final Encore pasti menjadi yang terakhir bagi saya. Musik telah memberi saya kehidupan luar biasa, dan saya berharap telah memberikan kenangan indah sebagai balasan," tuturnya sebagaimana dikutip RRI, Senin (28/9/2026).
Meski tur Eropa 2027 dipastikan menjadi tur besar terakhirnya, Stewart masih memiliki satu jadwal penampilan tunggal di Red Rocks, Colorado, pada September 2027. Konser tersebut merupakan penjadwalan ulang dari agenda Juni tahun 2026 yang terpaksa ditunda, karena kondisi kesehatannya yakni peradangan pita suara.
Masalah kesehatan memang sempat membayangi perjalanan tur perpisahan Stewart di Amerika Serikat yang bertajuk ‘One Last Time’. Pada beberapa kesempatan, bahkan ia terpaksa menunda konser akibat flu, COVID-19, hingga radang tenggorokan yang mengharuskannya menjalani istirahat vokal total.
Kendala fisik tersebut sempat memuncak saat Stewart hampir pingsan di panggung Utah, sampai membutuhkan bantuan oksigen. Kemudian tak lama dari kejadian tersebut, sisa jadwal tur di AS dibatalkan karena ia harus menjalani tindakan medis demi kesehatan jantungnya.
Pensiun dari panggung tur, tentu bukan berarti Stewart berhenti berkarya sepenuhnya. Usai mencetak rekor lewat album kolaborasi ‘Swing Fever’ (2024) bersama Jools Holland. Kolaborasi tersebut juga sempat menduduki puncak tangga lagu Inggris.
Lebih lanjut, pelantun Sailing itu juga mengisyaratkan akan fokus pada proyek rekaman studio. Selain itu juga termasuk menyelesaikan materi lagu lama bersama mantan rekan bandnya di Faces, Ronnie Wood.
Melansir The Guardian, pada awal tahun 1960, pria yang lahir di Inggris 10 Januari 1945 itu mengawali langkah musiknya dengan berkeliling Eropa. Stewart membawa harmonika bersama penyanyi folk, Wizz Jones.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....