Ini Cara Mencegah Kucing Buang Kotoran di Halaman Rumah yang Aman
- 28 Agt 2026 14:27 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Kucing liar yang sering buang air besar di halaman rumah, taman, pot tanaman, atau sudut tertentu memang bisa membuat lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan bau tidak sedap. Namun, mengusirnya dengan cara kasar atau menggunakan bahan yang berbahaya bukanlah solusi yang tepat.
Ada beberapa cara yang lebih aman dan manusiawi untuk membuat kucing tidak lagi menjadikan area tertentu sebagai tempat buang kotoran. Menariknya, sejumlah penelitian mengenai perilaku kucing menunjukkan bahwa tekstur permukaan, kebersihan, lokasi, dan kenyamanan tempat buang air sangat memengaruhi pilihan kucing.
Mengapa Kucing Suka Buang Kotoran di Tanah atau Taman?
Kucing memiliki perilaku alami untuk menggali tanah atau material bertekstur seperti pasir sebelum dan sesudah buang air. Kondisi tersebut membuat tanah gembur, pasir, atau media tanam menjadi lokasi yang menarik bagi kucing.
Penelitian mengenai preferensi media litter menunjukkan bahwa kucing cenderung menyukai material yang memungkinkan mereka menggali dan menutupi kotorannya. Dalam sebuah studi terhadap 18 kucing, peneliti menemukan adanya preferensi terhadap litter berbahan tanah liat atau silika dibandingkan pelet kayu. Pada penelitian lanjutan, kucing juga menunjukkan kecenderungan memilih litter tanah liat yang menggumpal.
Artinya, tanah yang gembur di halaman rumah memang bisa terlihat seperti "toilet alami" bagi kucing.
1. Tutup Area Tanah yang Sering Dijadikan Toilet
Cara sederhana yang dapat dicoba adalah membuat permukaan tanah menjadi kurang nyaman untuk digali.
Jika kucing sering buang kotoran di pot atau taman, tutupi permukaan tanah dengan:
- batu kerikil berukuran cukup besar,
- batu koral,
- kulit kayu atau mulsa yang bertekstur,
- jaring pelindung tanaman,
- atau material lain yang tidak nyaman untuk digali tetapi tetap aman bagi kucing.
Tujuannya bukan melukai kucing, melainkan menghilangkan karakteristik permukaan yang disukai kucing untuk menggali.
2. Sediakan Tempat Buang Kotoran Alternatif
Jika kucing liar sering berada di sekitar rumah, salah satu pendekatan yang lebih efektif adalah menyediakan area khusus untuk mereka membuang kotoran.
Misalnya, pemilik rumah dapat menyediakan kotak berisi pasir atau tanah di lokasi yang jauh dari pintu, teras, atau area bermain anak. Setelah kucing terbiasa menggunakan area tersebut, lokasi bisa dipindahkan secara perlahan jika diperlukan.
Pendekatan ini memanfaatkan perilaku alami kucing daripada sekadar mencoba mengusirnya.
Penelitian tahun 2025 yang dilakukan oleh Yumi Iwabuchi-Inoue, Yuki Hattori, dan Takefumi Kikusui menemukan bahwa kucing menunjukkan preferensi terhadap kotak pasir berukuran 50 cm atau lebih serta litter tanah liat yang menggumpal. Lingkungan toilet yang lebih sesuai dengan preferensi kucing juga berkaitan dengan perbaikan perilaku buang air dan berkurangnya perilaku buang kotoran sembarangan.
3. Bersihkan Bekas Kotoran Sampai Baunya Hilang
Kucing dapat kembali ke tempat yang sama apabila lokasi tersebut masih memiliki bau yang menandai area tersebut sebagai tempat eliminasi.
Karena itu, kotoran sebaiknya segera dibersihkan. Area bekas kotoran kemudian dicuci dengan pembersih yang aman untuk permukaan tersebut.
Hindari sekadar mengambil kotorannya tetapi membiarkan area tetap berbau. Jika memungkinkan, setelah dibersihkan, ubah fungsi area tersebut, misalnya dengan menempatkan pot, batu, atau benda lain sehingga kucing tidak lagi memiliki ruang yang nyaman untuk menggali.
4. Jangan Membiarkan Tanah Terlalu Gembur
Bagi kucing, tanah yang lembut dan mudah digali merupakan lokasi yang menarik untuk buang air.
Karena itu, pada bagian taman yang sering menjadi sasaran, permukaan tanah dapat dibuat lebih padat dan kemudian ditutup dengan material seperti kerikil atau tanaman penutup tanah.
Cara ini lebih aman dibandingkan menggunakan bahan yang dapat menyebabkan iritasi pada hidung, kulit, atau kaki kucing.
5. Gunakan Penghalang Fisik
Jika masalah terjadi pada kebun atau pot tanaman, penghalang fisik dapat menjadi pilihan yang cukup praktis.
Jaring taman, pagar pendek, atau penutup permukaan tanah dapat membuat kucing kesulitan mengakses lokasi tersebut.
Penghalang sebaiknya dipasang sedemikian rupa sehingga tidak memiliki ujung tajam atau bagian yang dapat melukai hewan.
6. Jangan Mengandalkan Mitos "Kucing Pasti Tidak Suka Bau Tertentu"
Banyak tips di internet menyebut aroma tertentu seperti jeruk, kopi, atau bahan dapur sebagai pengusir kucing. Namun, efektivitasnya tidak selalu konsisten dan respons setiap kucing bisa berbeda.
Daripada mengandalkan aroma yang belum tentu efektif, pendekatan berbasis perilaku lebih masuk akal: hilangkan daya tarik lokasi tersebut dan berikan alternatif yang lebih sesuai.
Penelitian: Kotak Pasir yang Nyaman Bisa Mengurangi Buang Kotoran Sembarangan
Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Veterinary Medical Science pada 2025 memberikan gambaran menarik mengenai masalah ini.
Tim peneliti dari Lion Pet Co., Tokyo Feline Medical Center, serta Laboratory of Human-Animal Interaction and Reciprocity, School of Veterinary Medicine, Azabu University, menguji preferensi kucing terhadap ukuran kotak pasir dan jenis litter.
Hasilnya menunjukkan bahwa kucing cenderung memilih kotak berukuran ≥50 cm dan litter tanah liat yang menggumpal. Ketika unsur-unsur yang disukai tersebut digabungkan dalam lingkungan toilet yang nyaman, perilaku buang air yang tidak sesuai tempat dapat membaik.
Penelitian lain yang dilakukan terhadap 28 kucing juga membandingkan kotak pasir tertutup dan terbuka. Hasilnya tidak menemukan perbedaan signifikan secara keseluruhan. Sebagian besar kucing tidak menunjukkan preferensi kuat selama kotak tersedia dalam kondisi baik dan dibersihkan setiap hari.
Hal tersebut menunjukkan bahwa kebersihan dan kenyamanan toilet kemungkinan lebih penting daripada sekadar bentuk kotaknya.
Jika kucing terus kembali ke halaman, jangan langsung menggunakan cara ekstrem. Periksa terlebih dahulu apa yang membuat tempat tersebut menarik.
Kemungkinan penyebabnya antara lain:
- Tanahnya mudah digali.
- Lokasinya tenang dan tidak banyak dilalui manusia.
- Sebelumnya sudah digunakan sebagai tempat buang kotoran.
- Tidak ada lokasi alternatif yang lebih nyaman.
- Kucing merasa aman berada di area tersebut.
Solusinya adalah mengubah karakteristik lokasi sekaligus menyediakan alternatif.
Penggunaan bahan beracun, benda tajam, jebakan, atau tindakan kekerasan sebaiknya dihindari. Selain berpotensi menyakiti hewan, cara tersebut juga dapat membahayakan anak-anak, hewan peliharaan lain, maupun lingkungan sekitar.
Jika populasi kucing liar di lingkungan sudah terlalu banyak dan menimbulkan masalah, pendekatan komunitas seperti sterilisasi dan pengelolaan populasi secara bertanggung jawab dapat dipertimbangkan bersama komunitas pecinta hewan atau dokter hewan.
Mengatasi kucing liar yang buang kotoran sembarangan tidak harus dilakukan dengan cara mengusir atau menyakiti. Cara yang lebih masuk akal adalah menghilangkan daya tarik lokasi tersebut, membuat permukaan tanah sulit digali, membersihkan bekas kotoran, menggunakan penghalang fisik yang aman, serta menyediakan tempat alternatif.
Hasil penelitian mengenai perilaku eliminasi kucing juga menunjukkan bahwa pilihan tempat buang air sangat berkaitan dengan kenyamanan, ukuran kotak, jenis litter, dan kebersihan. Jadi, memahami perilaku alami kucing bisa menjadi kunci untuk menjaga halaman tetap bersih tanpa harus menyakiti hewan. (DMR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....