Daging Ayam vs Telur Ayam, Mana yang Lebih Banyak Protein dan Lebih Sehat?

  • 27 Agt 2026 18:06 WIB
  •  Madiun

RRi.CO.ID, Madiun – Daging ayam dan telur merupakan dua sumber protein hewani yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Keduanya juga sering menjadi pilihan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan protein sehari-hari.

Namun, jika dibandingkan dari kandungan protein, mana yang lebih unggul? Dan apakah daging ayam otomatis lebih sehat daripada telur?

Secara umum, daging ayam tanpa kulit, terutama bagian dada, memiliki kandungan protein lebih tinggi dibandingkan telur jika dibandingkan berdasarkan berat yang sama.

Sebagai gambaran, satu butir telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein. Sementara itu, daging ayam merupakan sumber protein yang lebih padat. Harvard T.H. Chan School of Public Health mencatat sekitar 28 gram protein terdapat dalam 4 ons atau sekitar 113 gram paha ayam tanpa kulit yang telah dimasak.

Dengan demikian, bagi seseorang yang ingin meningkatkan asupan protein dengan jumlah makanan yang relatif lebih sedikit, ayam tanpa kulit dapat menjadi pilihan yang lebih efisien.

Ayam juga dinilai sebagai salah satu sumber protein yang baik. Harvard Health menyebut daging ayam dan kalkun termasuk sumber protein sehat karena kandungan lemak jenuhnya relatif lebih rendah dibandingkan daging merah.

Meski kandungan proteinnya lebih rendah dibandingkan ayam berdasarkan berat, telur memiliki keunggulan lain dari sisi kandungan gizi.

Satu telur besar menyediakan sekitar 6 gram protein dengan sejumlah nutrisi penting, termasuk vitamin D, kolin, lutein, dan zeaxanthin. Kolin berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk metabolisme serta fungsi otak dan sistem saraf.

Telur juga mengandung protein berkualitas tinggi yang menyediakan asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh. Karena itu, telur tetap menjadi pilihan yang baik untuk melengkapi pola makan sehari-hari.

Lalu, Mana yang Lebih Sehat? Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu.

Menurut American Heart Association (AHA), pola makan sehat sebaiknya tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan atau satu kandungan gizi. Sumber protein yang dianjurkan dapat berasal dari beragam makanan, termasuk ikan, kacang-kacangan, unggas tanpa kulit, serta telur dalam jumlah yang sesuai.

AHA dalam panduan kesehatan jantung terbarunya juga menekankan pentingnya memilih sumber protein yang sehat, mengutamakan lemak tak jenuh dibandingkan lemak jenuh, serta mengurangi konsumsi makanan ultra-proses.

Artinya, cara mengolah ayam dan telur juga ikut menentukan apakah makanan tersebut menjadi pilihan yang sehat.

Dada ayam tanpa kulit yang dipanggang, direbus, atau dikukus tentu berbeda dengan ayam yang digoreng menggunakan banyak minyak. Begitu pula telur rebus atau telur yang dimasak dengan sedikit minyak memiliki profil yang berbeda dibandingkan telur yang digoreng bersama mentega, daging olahan, atau makanan tinggi lemak jenuh.

Bagaimana dengan Kolesterol pada Telur?

Telur memang mengandung kolesterol, terutama pada bagian kuningnya. Namun, perkembangan penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara kolesterol dari makanan dan risiko penyakit jantung tidak sesederhana yang dahulu diperkirakan.

Harvard T.H. Chan School of Public Health menyebut penelitian saat ini menunjukkan bahwa bagi sebagian besar orang, kolesterol dari makanan memiliki pengaruh yang lebih kecil terhadap kadar kolesterol darah dibandingkan komposisi lemak, terutama lemak jenuh dan lemak trans, dalam pola makan secara keseluruhan.

AHA juga menekankan bahwa kolesterol makanan sebaiknya dilihat dalam konteks pola makan secara keseluruhan. Bagi orang sehat, AHA menyatakan konsumsi hingga satu butir telur utuh per hari dapat masuk dalam pola makan sehat. Namun, orang dengan kadar kolesterol darah tinggi atau kondisi kesehatan tertentu perlu mendiskusikan pola makan dengan tenaga kesehatan.

Jadi, Ayam atau Telur? Jika pertanyaannya adalah mana yang lebih tinggi protein, daging ayam tanpa kulit, terutama bagian dada, lebih unggul. Namun, jika pertanyaannya mana yang lebih sehat, jawabannya bergantung pada kebutuhan tubuh, jumlah konsumsi, serta cara pengolahannya.

Ayam dapat menjadi pilihan tepat bagi mereka yang membutuhkan asupan protein lebih tinggi dengan kandungan lemak yang relatif rendah. Sementara telur menawarkan protein sekaligus berbagai vitamin dan mineral penting dalam satu makanan yang praktis.

Keduanya dapat menjadi bagian dari pola makan sehat. Yang lebih penting adalah menjaga variasi makanan, mengombinasikan sumber protein dengan sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan sumber protein nabati, serta membatasi penggunaan garam dan lemak jenuh.

Ayam unggul dalam jumlah protein, sedangkan telur memiliki keunggulan dari sisi kepadatan nutrisi. Keduanya sama-sama dapat dikonsumsi dalam pola makan seimbang, selama porsinya sesuai dan diolah dengan cara yang lebih sehat. (DMR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....