Tak Sekadar Remake, Sigit Wardana Hadirkan Cerita Personal di Mini Albumnya

  • 25 Agt 2026 13:47 WIB
  •  Madiun
Poin Utama
  • Sigit Wardana meluncurkan mini album 'Eksisten!' pada Agustus 2026 dengan lima lagu yang menampilkan perpaduan karya asli dan remake
  • Sekitar 60 persen dari lagu-lagu dalam album merupakan remake, namun setiap lagu dipilih berdasarkan hubungannya dengan pengalaman hidup dan perjalanan bermusik Sigit
  • Tantangan utama Sigit adalah menyanyikan ulang lagu-lagu yang sudah dikenal pendengar sambil menghadirkan warna baru tanpa menghilangkan esensi asli dari karya tersebut, dan mempertahankan karakter personal dalam setiap interpretasi

RRI.CO.ID, Madiun - Membawakan kembali lagu yang sudah dikenal pendengar bukan pekerjaan mudah. Tantangannya bukan hanya menyanyikan ulang, tetapi juga menghadirkan warna baru tanpa menghilangkan ruh dari karya aslinya.

Hal inilah yang dihadapi Sigit Wardana saat menggarap mini album terbarunya, “Eksisten!”, yang resmi dirilis pada Agustus 2026.

Dari lima lagu yang dihadirkan, sekitar 60 persen merupakan lagu remake. Namun bagi Sigit, lagu-lagu tersebut bukan sekadar pilihan untuk mengisi daftar track.

Setiap lagu memiliki hubungan dengan pengalaman hidup dan perjalanan musiknya, sehingga ketika dibawakan kembali, Sigit ingin pendengar tetap bisa merasakan karakter personalnya.

“Walaupun sebagian besar lagu di EP ini remake, semuanya benar-benar gue pilih karena sesuai dengan apa yang pernah gue alami. Kalau di band kita sering kompromi ide, tapi di proyek solo ini gue bisa lebih jujur sama apa yang gue rasain.”Kata Sigit

Tantangan terbesar kemudian muncul ketika Sigit harus melepaskan bayang-bayang versi original. Ia ingin setiap lagu tetap memiliki identitas yang kuat, tetapi tidak terasa dipaksakan menjadi sesuatu yang berbeda.

“Tantangan terbesarnya adalah melepaskan bayang-bayang versi original. Gue ingin lagu-lagu itu tetap terasa 'Sigit banget' tanpa terdengar memaksakan,” ungkapnya.

Salah satu lagu yang mengalami perjalanan cukup panjang adalah “Saat Bahagia”. Lagu tersebut bahkan sempat hampir tidak masuk dalam mini album karena Sigit merasa aransemen awalnya belum memiliki warna yang cukup berbeda dari versi asli.

Setelah beberapa kali melakukan perubahan aransemen dan berdiskusi bersama produser serta tim, lagu tersebut justru berkembang menjadi salah satu kekuatan dalam “Eksisten!”.

“Setelah beberapa kali ganti aransemen dan produser musik, ternyata lagu ini justru jadi salah satu lagu yang paling kuat di EP dan bikin keseluruhan album terasa lebih dinamis.”

Dalam proses produksinya, Sigit menggandeng sejumlah musisi dan tim kreatif. Produksi musik dipercayakan kepada Acoy dari Rocker Kasarunk, sementara AFE Records bersama tim manajemen turut mendukung proses produksi hingga perilisan.

Tiga lagu remake juga hadir melalui proses perizinan dengan para penciptanya, termasuk Pamungkas NM, Oncy Ungu, Alexander Ongko, serta karya almarhum Bartje Van Houten.

Fransiscus Eko selaku produser mengatakan proses produksi “Eksisten!” telah berjalan sejak tahun lalu. Perilisan sempat bergeser dari jadwal karena proses pengurusan lisensi sejumlah lagu remake. Meski demikian, dukungan dari tim membuat proyek tersebut tetap berjalan hingga akhirnya resmi dirilis.

Menariknya, dari lima lagu dalam mini album ini, hanya satu yang merupakan ciptaan Sigit sendiri. Namun kondisi tersebut bukan berarti ia berhenti menulis lagu. Sigit mengatakan sejumlah karya ciptaannya telah dipersiapkan untuk menjadi materi rilisan berikutnya.

Kini “Eksisten!” menjadi bukti bahwa lagu lama pun bisa mendapatkan napas baru ketika dibawakan dengan pengalaman dan sudut pandang yang berbeda. Lewat mini album ini, Sigit Wardana tidak hanya menyanyikan kembali sebuah lagu, tetapi juga memasukkan perjalanan hidupnya ke dalam setiap nada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....