Makan Durian Sambil Minum Kopi, Amankah? Ini Penjelasan Ilmiahnya
- 31 Jul 2026 11:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Durian dan kopi sama-sama memiliki banyak penggemar di Indonesia. Tak sedikit orang yang menikmati secangkir kopi setelah menyantap durian, atau bahkan mengonsumsinya secara bersamaan. Namun, di masyarakat beredar anggapan bahwa kombinasi durian dan kopi bisa memicu serangan jantung hingga kematian mendadak.
Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat yang menunjukkan bahwa makan durian bersamaan dengan minum kopi dapat menyebabkan efek fatal pada orang yang sehat. Klaim bahwa kombinasi keduanya bisa memicu kematian atau serangan jantung masih tergolong sebagai mitos yang belum didukung penelitian klinis.
Salah satu penelitian yang cukup sering dikutip berasal dari Universitas Tsukuba, Jepang. Peneliti menemukan bahwa senyawa sulfur alami dalam durian mampu menghambat aktivitas enzim aldehyde dehydrogenase (ALDH). Enzim ini berperan dalam menguraikan asetaldehida, yaitu zat hasil metabolisme alkohol.
Akibatnya, bila durian dikonsumsi bersama alkohol, kadar asetaldehida dapat meningkat sehingga menimbulkan gejala seperti wajah memerah, mual, hingga jantung berdebar. Temuan ini menjelaskan mengapa durian lebih berisiko bila dikonsumsi bersama minuman beralkohol. Namun, penelitian tersebut tidak meneliti interaksi antara durian dan kopi atau kafein.
Dengan kata lain, hingga kini belum ada studi yang membuktikan bahwa sulfur dalam durian bereaksi secara berbahaya dengan kafein.
Meski demikian, bukan berarti semua orang bebas mengonsumsi keduanya tanpa batas. Efek yang muncul lebih banyak berkaitan dengan kondisi kesehatan masing-masing dan jumlah yang dikonsumsi.
Mengapa Kombinasi Ini Dianggap Berisiko?
1. Durian Tinggi Kalori dan Gula
Durian merupakan buah yang kaya energi. Dalam sekitar 100 gram daging durian terkandung sekitar 147–150 kalori, karbohidrat, gula alami, lemak sehat, serat, vitamin C, dan kalium.
Karena kandungan gulanya cukup tinggi, konsumsi durian dalam jumlah berlebihan dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah, terutama pada penderita diabetes atau pradiabetes.
2. Kopi Mengandung Kafein
Kopi mengandung kafein yang bekerja sebagai stimulan sistem saraf. Pada sebagian orang, kafein dapat menyebabkan:
- denyut jantung lebih cepat,
- tekanan darah meningkat sementara,
- rasa gelisah,
- gangguan tidur,
- peningkatan produksi asam lambung.
Efek tersebut biasanya bersifat sementara, tetapi dapat terasa lebih kuat pada orang yang sensitif terhadap kafein.
Efek yang Mungkin Dirasakan
Walaupun tidak terbukti mematikan, mengonsumsi durian dan kopi secara bersamaan dapat membuat sebagian orang merasa tidak nyaman, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain:
- perut terasa penuh atau kembung,
- naiknya asam lambung (heartburn),
- jantung berdebar akibat efek kafein,
- rasa panas di tubuh,
- mual pada orang yang memiliki lambung sensitif.
Keluhan tersebut lebih sering terjadi pada orang yang memiliki penyakit asam lambung (GERD), hipertensi, gangguan jantung, atau sensitivitas terhadap kafein.
Beberapa kelompok yang disarankan membatasi konsumsi durian dan kopi secara bersamaan meliputi:
- penderita hipertensi,
- penderita penyakit jantung,
- penderita diabetes,
- penderita GERD atau maag,
- ibu hamil yang harus membatasi asupan kafein,
- orang yang sensitif terhadap kafein.
Bagi kelompok tersebut, konsumsi salah satu dalam jumlah berlebihan saja sudah dapat memicu keluhan, sehingga kombinasi keduanya berpotensi memperburuk kondisi.
Sampai saat ini, tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa makan durian bersamaan dengan minum kopi dapat menyebabkan keracunan, serangan jantung, atau kematian pada orang yang sehat. Anggapan tersebut lebih banyak berasal dari mitos yang berkembang di masyarakat.
Namun, keduanya sama-sama memiliki karakteristik yang dapat membebani tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Durian tinggi kalori dan gula, sedangkan kopi mengandung kafein yang dapat meningkatkan denyut jantung dan produksi asam lambung. Oleh karena itu, konsumsi dalam jumlah wajar tetap menjadi pilihan terbaik, terutama bagi orang yang memiliki penyakit kronis atau gangguan pencernaan. (DMR)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....