Psikolog Ungkap Cara Orang Tua Dampingi Anak saat Libur Sekolah

  • 29 Jun 2026 08:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Libur sekolah menjadi momen yang dinantikan anak untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas belajar selama satu semester. Di sisi lain, masa liburan juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih terlibat dalam mendampingi tumbuh kembang anak melalui berbagai aktivitas yang positif.

Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa pendampingan orang tua selama libur sekolah tidak harus dilakukan dengan kegiatan yang mahal atau mewah. Menurutnya, hal terpenting adalah kualitas interaksi yang terjalin antara orang tua dan anak.

“Libur sekolah adalah kesempatan untuk membangun kedekatan emosional. Anak lebih membutuhkan perhatian dan kebersamaan dibandingkan aktivitas yang bersifat material,” ujarnya pada Kamis 25 Juni 2026.

Menurut Andi, orang tua dapat mengajak anak menyusun rencana kegiatan selama liburan agar waktu yang dimiliki lebih terarah. Aktivitas sederhana seperti memasak bersama, berolahraga, membaca buku, berkebun, berkunjung ke tempat edukasi, atau bermain permainan tradisional dapat menjadi pengalaman yang bermakna.

“Ketika anak dilibatkan dalam menentukan kegiatan, mereka akan merasa dihargai dan lebih antusias menjalankannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, libur sekolah juga dapat dimanfaatkan sebagai waktu untuk mengenali minat dan bakat anak. Orang tua bisa memberikan kesempatan kepada anak mencoba aktivitas baru yang sesuai dengan ketertarikannya, tanpa memberikan tekanan untuk selalu berprestasi.

“Jangan jadikan liburan sebagai ajang menambah beban belajar. Berikan ruang bagi anak untuk mengeksplorasi dirinya dengan cara yang menyenangkan,” tambah Andi.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara waktu bermain, istirahat, aktivitas fisik, dan penggunaan gadget. Orang tua sebaiknya menetapkan aturan penggunaan gawai secara bijak agar anak tidak menghabiskan seluruh waktu libur di depan layar.

“Gadget boleh digunakan, tetapi jangan sampai menggantikan interaksi langsung dengan keluarga maupun aktivitas yang mendukung perkembangan anak,” katanya.

Andi juga menekankan pentingnya komunikasi selama masa liburan. Menurutnya, orang tua dapat memanfaatkan waktu luang untuk mendengarkan cerita anak, memahami perasaannya, serta membangun kebiasaan berdiskusi tanpa menghakimi.

“Anak yang merasa didengar akan lebih mudah terbuka kepada orang tua. Hubungan seperti ini menjadi bekal penting untuk perkembangan emosional mereka,” tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....