Pelajar Tetap Perlu Rutinitas Selama Libur, Ungkap Psikolog

  • 29 Jun 2026 08:03 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Libur sekolah menjadi waktu yang dinantikan pelajar untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas belajar selama satu semester. Meski demikian, masa liburan bukan berarti seluruh rutinitas harian harus ditinggalkan. Menjaga pola aktivitas yang teratur dinilai penting untuk mendukung kesehatan fisik maupun mental anak.

Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa rutinitas memberikan rasa aman dan keteraturan bagi pelajar. Selama libur sekolah, anak memang membutuhkan waktu untuk bersantai, tetapi tetap perlu memiliki jadwal harian yang fleksibel agar tidak kehilangan pola hidup sehat.

“Libur adalah waktu untuk beristirahat, bukan untuk kehilangan arah. Rutinitas yang sederhana tetap dibutuhkan agar anak tidak kesulitan beradaptasi ketika kembali masuk sekolah,” ujarnya pada Kamis 25 Juni 2026.

Menurut Andi, perubahan pola tidur menjadi salah satu hal yang paling sering terjadi saat liburan. Banyak pelajar tidur terlalu larut dan bangun siang, sehingga ritme biologis tubuh ikut berubah. Kondisi ini dapat membuat anak merasa lemas dan sulit berkonsentrasi saat kegiatan belajar kembali dimulai.

“Pola tidur yang terlalu berubah akan membuat proses kembali ke rutinitas sekolah menjadi lebih berat,” jelasnya.

Selain menjaga jadwal tidur, Andi menyarankan agar pelajar tetap memiliki aktivitas harian yang seimbang, seperti berolahraga, membantu pekerjaan rumah, membaca buku, menekuni hobi, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Rutinitas tidak harus kaku seperti saat sekolah. Yang penting ada keseimbangan antara istirahat, aktivitas fisik, hiburan, dan waktu bersama keluarga,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar penggunaan gadget tetap dibatasi selama masa liburan. Tanpa aktivitas yang terstruktur, anak cenderung menghabiskan sebagian besar waktunya di depan layar, yang dapat memengaruhi kualitas tidur, konsentrasi, hingga interaksi sosial.

Menurut Andi, orang tua memiliki peran penting dalam membantu anak menyusun kegiatan selama libur sekolah. Libatkan anak dalam membuat jadwal sederhana agar mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap aktivitas yang telah disepakati.

“Rutinitas yang dibuat bersama biasanya lebih mudah dijalankan karena anak merasa ikut menentukan, bukan hanya menerima aturan,” katanya.

Andi menegaskan bahwa tujuan menjaga rutinitas bukan untuk mengurangi kesenangan saat liburan, melainkan membantu anak tetap memiliki keseimbangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Libur sekolah harus menjadi waktu untuk memulihkan energi sekaligus mengembangkan diri. Dengan rutinitas yang sehat, anak akan kembali ke sekolah dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap,” tegasnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....