Libur Sekolah Jadi Momen Pererat Hubungan Keluarga, Kata Psikolog
- 29 Jun 2026 07:40 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun: Libur sekolah tidak hanya menjadi waktu bagi pelajar untuk beristirahat dari aktivitas belajar, tetapi juga menjadi kesempatan bagi keluarga untuk membangun kedekatan yang sering kali terabaikan di tengah kesibukan sehari-hari. Momen ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan emosional antara orang tua dan anak.
Psikolog, Andi Cahyadi, menjelaskan bahwa kualitas hubungan keluarga berperan besar terhadap perkembangan psikologis anak. Menurutnya, libur sekolah dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman bersama yang mempererat ikatan emosional.
“Kesibukan sekolah dan pekerjaan sering membuat waktu berkumpul menjadi terbatas. Libur sekolah adalah kesempatan yang baik untuk membangun kembali komunikasi dan kedekatan dalam keluarga,” ujarnya pada Kamis, (25/6/2026)
Menurut Andi, mempererat hubungan keluarga tidak selalu harus dilakukan melalui liburan ke luar kota atau aktivitas yang membutuhkan biaya besar. Kegiatan sederhana seperti makan bersama, memasak, berolahraga, bermain permainan, atau sekadar mengobrol tanpa gangguan gadget sudah dapat memberikan dampak positif bagi anak.
“Yang paling dibutuhkan anak bukan kemewahan, tetapi perhatian, kehadiran, dan waktu berkualitas bersama orang tua,” jelasnya.
Ia menambahkan, interaksi yang hangat selama liburan dapat membantu anak merasa lebih aman, dihargai, dan didengarkan. Hal tersebut juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih memahami kondisi emosional maupun perkembangan anak di luar lingkungan sekolah.
Selain memperkuat hubungan, libur sekolah juga dapat menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai positif dalam keluarga, seperti kerja sama, tanggung jawab, empati, dan komunikasi yang sehat.
“Banyak pembelajaran justru terjadi di rumah melalui pengalaman sehari-hari bersama keluarga, bukan hanya di ruang kelas,” tambah Andi.
Namun demikian, ia mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan waktu liburan diisi sepenuhnya dengan penggunaan gadget, baik oleh anak maupun orang tua sendiri. Menurutnya, kehadiran fisik tanpa keterlibatan emosional tetap belum cukup untuk membangun hubungan yang berkualitas.
“Ketika bersama keluarga, usahakan benar-benar hadir. Simpan gadget sejenak dan berikan perhatian penuh kepada anak,” tegasnya.
Andi juga menyarankan agar keluarga melibatkan anak dalam merencanakan kegiatan selama liburan. Dengan demikian, anak merasa pendapatnya dihargai dan lebih antusias menjalani aktivitas bersama.
“Libur sekolah bukan sekadar jeda dari kegiatan belajar, tetapi juga kesempatan membangun kenangan yang akan diingat anak hingga dewasa,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....