Haid Tidak Kunjung Datang? Bisa Jadi Ini Penyebabnya

  • 22 Jun 2026 11:02 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Terlambat haid sering kali langsung dikaitkan dengan kehamilan. Padahal, kenyataannya tidak selalu demikian. Siklus menstruasi bisa dipengaruhi banyak faktor, mulai dari perubahan gaya hidup, kondisi kesehatan, hingga faktor hormonal.

Secara umum, siklus haid normal berlangsung sekitar 21–35 hari. Namun, setiap perempuan bisa memiliki pola yang berbeda. Jika haid datang lebih lambat dari biasanya, belum tentu itu tanda kehamilan.

Mengutip Global News, Yolanda Kirkham seorang Dokter Kandungan di Women's College Hospital dan St Joseph's Health Centre di Toronto menjelaskan siklus menstruasi biasanya berlangsung antara 25 sampai 40 hari.

"Saya selalu menyarankan wanita untuk melacak siklus menstruasi mereka, baik melalui aplikasi di hp maupun kalender," ujarnya.

Kirkham menambahkan supaya setiap perempuan juga memperhatikan perubahan aliran darah, terutama jika menstruasi mereka menjadi lebih deras. Menurutnya, telatnya haid dipengaruhi sejumlah faktor.

Berikut beberapa penyebab telat haid selain hamil:

1. Stres Berlebihan

Saat tubuh mengalami stres, produksi hormon dapat berubah dan memengaruhi kerja hipotalamus, bagian otak yang mengatur siklus menstruasi. Akibatnya, ovulasi bisa terlambat atau bahkan tidak terjadi sehingga haid ikut mundur.

2. Perubahan Berat Badan yang Drastis

Penurunan atau kenaikan berat badan dalam waktu singkat dapat mengganggu keseimbangan hormon reproduksi. Diet ekstrem atau pola makan yang tidak teratur juga bisa membuat menstruasi terlambat.

3. Aktivitas Fisik yang Terlalu Berat

Olahraga memang menyehatkan, tetapi latihan yang terlalu intens tanpa asupan energi yang cukup dapat memengaruhi produksi hormon dan menyebabkan siklus haid berubah.

4. Gangguan Hormonal

Beberapa kondisi medis yang memengaruhi hormon dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), gangguan tiroid, atau peningkatan hormon prolaktin.

5. Perubahan Pola Tidur dan Kelelahan

Kurang tidur, jam kerja yang berubah, atau kelelahan berkepanjangan dapat memengaruhi ritme biologis tubuh dan berdampak pada siklus menstruasi.

6. Penggunaan Alat Kontrasepsi

Penggunaan atau penghentian kontrasepsi hormonal seperti pil KB, suntik KB, atau implan dapat membuat tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali siklus menstruasi.

7. Menjelang Masa Menopause

Pada perempuan yang memasuki usia tertentu, perubahan hormon menjelang menopause dapat menyebabkan siklus haid menjadi tidak teratur, termasuk telat datang bulan.

Kapan Perlu Memeriksakan Diri?

Telat haid sesekali umumnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Namun, sebaiknya konsultasikan ke tenaga kesehatan jika:

  • Haid tidak datang selama lebih dari tiga bulan tanpa sebab jelas
  • Siklus terus berubah secara signifikan
  • Disertai nyeri hebat, perdarahan berlebihan, atau keluhan lain
  • Hasil tes kehamilan negatif tetapi menstruasi belum juga datang

Menstruasi merupakan salah satu indikator kesehatan tubuh. Karena itu, penting untuk memperhatikan pola hidup, menjaga asupan gizi, mengelola stres, dan memantau siklus secara rutin. Jadi, kalau telat haid, jangan langsung panik dan menganggap penyebabnya pasti karena hamil. (DMR)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....