Comeback setelah Empat Tahun, Gilla Band Rilis Single “Giraffe”

  • 15 Jun 2026 18:49 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Grup musik asal Dublin, Gilla Band, resmi kembali menyapa penggemar dengan merilis single terbaru berjudul “Giraffe” setelah hampir empat tahun vakum dari karya baru. Lagu ini dirilis melalui Rough Trade Records sekaligus menjadi penanda fase baru bagi band yang dikenal dengan eksplorasi musiknya yang berani dan tidak konvensional.

Perilisan “Giraffe” juga disertai dengan kehadiran video musik serta edisi spesial piringan hitam (vinyl) 7 inci bergambar yang diproduksi dalam jumlah sangat terbatas. Antusiasme penggemar pun diprediksi tinggi, mengingat karya ini menjadi rilisan pertama mereka sejak jeda panjang yang cukup dinantikan.

Selama lebih dari satu dekade, Gilla Band yang digawangi oleh Dara Kiely (vokal), Alan Duggan Borges (gitar), Daniel Fox (bass), dan Adam Faulkner (drum), telah dikenal sebagai salah satu band yang terus mendefinisikan ulang batasan musik rock modern. Mereka menghadirkan warna musik yang tidak sepenuhnya bisa dikategorikan sebagai post-punk maupun noise rock, melainkan perpaduan unik yang khas dan inovatif.

Single “Giraffe” pun disebut sebagai lanjutan dari eksplorasi tersebut. Lagu ini menghadirkan nuansa berani sekaligus segar, memperlihatkan bagaimana band ini tetap konsisten dalam menghadirkan karya yang tidak mudah ditebak dan berbeda dari arus utama industri musik.

Dalam press rilis yang diterima, Jumat (12/6/2026), vokalis Gilla Band, Dara Kiely, mengungkapkan bahwa lagu ini memiliki muatan emosional yang cukup dalam dan personal.

“Dalam lagu ini, beberapa bagian awal menggambarkan kondisi pikiran saya secara umum. Pikiran saya sering kali terasa kacau dan terkadang menjadi tempat yang sepi. Ada perasaan tidak dicintai dan kesulitan untuk mengungkapkan apa yang sebenarnya sedang saya pikirkan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Dara menjelaskan bahwa bagian akhir lagu menghadirkan refleksi yang lebih hangat tentang kasih sayang, meskipun sulit untuk diterima sepenuhnya. Ia menambahkan,

“Bagian penutup lagu ini, di sisi lain, secara tidak langsung menceritakan sebuah kesadaran bahwa sebenarnya ada kasih sayang yang ditujukan kepada saya. Walaupun saya menghargainya, saya masih merasa sulit untuk mempercayainya.

"Dia mengejar saya sampai ke pintu sambil membawa sikat rambut dan memaksa saya memakai jaket yang lebih pantas. Itu adalah tindakan yang sangat khas seorang ibu Irlandia. Bentuk kasih sayang sebesar itu sulit bagi saya untuk terima, tetapi memiliki kasih sayang seperti itu dalam hidup adalah sesuatu yang sangat indah," ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....