Memasuki Abad Kedua, Santri Gontor Unjuk Totalitas tanpa Batas di Panggung Gembira
- 22 Mei 2026 12:53 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Pondok Modern Darussalam Gontor kembali menggebrak lewat pagelaran seni akbar tahunan, Panggung Gembira (PG) 2026. Menjadi bagian dari rangkaian pekan perkenalan Khutbatu-l-Arsy, gelaran tahun ini terasa monumental karena menandai langkah awal Gontor setelah melewati usia satu abad.
Mengusung tajuk “The Absolute Panggung Gembira, Impervious Generation”, pertunjukan yang digawangi oleh para santri kelas akhir ini memancarkan pesan kuat: nilai utuh, integritas tinggi, dan totalitas tanpa batas.
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal, menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran seni atau hiburan semata.
"Acara ini bukan sekadar art show atau pameran, namun bagian dari pendidikan dan perkenalan untuk menggali bakat para santri," ujar Kiai Hasan dalam sambutan pembukanya. Beliau menambahkan bahwa Gontor secara konsisten mendidik santrinya melalui setiap lini kegiatan dan event yang ada di pondok.
Melalui pagelaran seni akbar ini, terdapat empat tujuan utama yang menjadi bagian dari proses pembinaan dan pengembangan potensi santri, yaitu:
Pengembangan Kreativitas dan Bakat Santri
Panggung Gembira tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi wadah pengembangan kreativitas dan bakat para santri. Melalui kegiatan ini, santri diberikan wadah untuk berimajinasi dan berkarya sesuai keinginannya, seperti yang tertulis dalam Panca Jiwa Pondok Modern Darussalam Gontor, khususnya jiwa kebebasan. Namun, kebebasan yang dimaksud adalah bebas dalam menuangkan ide dan imajinasinya, tanpa keluar dari rel-rel nilai keislaman. Dengan demikian, para santri dapat mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan dan pagelaran seni yang diselenggarakan pondok.
Pembelajaran Dalam Berorganisasi Serta Manajemen Acara
Kepanitiaan dalam setiap kegiatan pondok menjadi sarana pembelajaran bagi para santri dalam memahami sistem organisasi dan manajemen acara. Melalui keterlibatan langsung dalam kepanitiaan Panggung Gembira, santri dilatih untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai bidangnya masing-masing. Nilai tersebut sejalan dengan filosofi Pondok Modern Darussalam Gontor yang berbunyi, “Mau dipimpin dan siap memimpin.” Selain itu, para santri juga dilatih dalam menerapkan kedisiplinan, kepemimpinan, ketegasan, serta tanggung jawab dalam menyelenggarakan sebuah acara secara terstruktur dan profesional.
Pembentukan Karakter Kepemimpinan
Panggung Gembira juga menjadi sarana pembentukan karakter kepemimpinan bagi para santri. Melalui keterlibatan dalam berbagai bidang kepanitian dan penugasan, santri dibekali pengalaman dalam memimpin, bekerja sama, serta menyelesaikan tanggung jawab secara disiplin dan terarah. Kegiatan ini turut menumbuhkan kemampuan dalam berkomunikasi, koordinasi, serta pengambilan keputusan secara bijaksana. Dengan demikian, Panggung Gembira tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga mampu membina karakter kepemimpinan bagi para santri Pondok Modern Darussalam Gontor.
- Penguatan Mental Melalui Seni dan Budaya
Panggung Gembira juga menjadi sarana bagi para santri dalam memperkuat mental, rasa percaya diri, serta semangat nasionalisme melalui berbagai penampilan seni dan budaya. Beragam pertunjukan ditampilkan dalam acara ini, mulai dari tarian daerah nusantara dari Sabang hingga Merauke, tarian modern, hingga drama musikal yang dikemas secara kreatif dan edukatif. Melalui penampilan tersebut, para santri tidak hanya dilatih untuk tampil di depan publik, tetapi juga dibina agar mampu menghargai keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.
Dengan terselenggaranya Panggung Gembira 2026 ini, diharapkan para santri tidak hanya mampu mengembangkan kreativitas dan bakat seni, tetapi juga memiliki karakter disiplin, kepemimpinan, serta jiwa kebangsaan yang kuat sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Naskah : Umar Arsyad
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....