Hari Puisi Nasional, Ini 10 Buku Puisi Terbaik Indonesia
- 28 Apr 2026 15:36 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Peringatan Hari Puisi Nasional menjadi momentum untuk kembali menyoroti karya-karya sastra terbaik di Indonesia. Berdasarkan data Goodreads per 27 April 2026, sejumlah buku puisi mendapat penilaian tinggi dari pembaca. Daftar ini mencerminkan apresiasi publik terhadap karya sastra tanah air. Hasilnya, sepuluh buku puisi terbaik berhasil dirangkum berdasarkan skor penilaian.
Di posisi teratas, Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono mencatat skor tertinggi, yakni 4.951. Buku yang terbit pada 1994 ini dikenal luas karena gaya bahasa yang sederhana namun menyentuh. Popularitasnya juga semakin meningkat setelah diadaptasi menjadi film pada 2017. Adaptasi tersebut turut memperkenalkan puisi kepada generasi yang lebih luas.

Posisi berikutnya diisi oleh Deru Campur Debu karya Chairil Anwar dengan skor 1.782. Disusul Mantra Orang Jawa karya Sapardi Djoko Damono yang meraih skor 1.391. Karya lain seperti Aku Ini Binatang Jalang dan Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus juga memperkuat posisi Chairil Anwar dalam daftar ini.
Selain Sapardi dan Chairil Anwar, beberapa penyair lain turut masuk dalam daftar. Di antaranya M. Aan Mansyur dengan Melihat Api Bekerja dan Tidak Ada New York Hari Ini. Ada pula Joko Pinurbo dengan Pacar Senja serta Goenawan Mohamad melalui Sajak-sajak Lengkap, 1961–2001. FahruI Khakim melengkapi daftar dengan Monolog Waktu.
Penilaian skor dalam Goodreads didasarkan pada berbagai faktor. Jumlah pembaca yang memberikan ulasan serta nilai yang diberikan menjadi pertimbangan utama. Semakin banyak pembaca dan semakin tinggi penilaiannya, maka skor buku akan meningkat. Hal ini membuat daftar tersebut mencerminkan preferensi pembaca secara luas.
Dominasi Chairil Anwar dalam daftar ini menjadi sorotan tersendiri. Tiga karyanya berhasil masuk dalam sepuluh besar buku puisi terbaik. Hal ini menunjukkan bahwa karya-karyanya tetap relevan dan terus dibaca lintas generasi. Pengaruhnya dalam perkembangan sastra Indonesia pun masih terasa hingga kini.
Hari Puisi Nasional yang diperingati setiap 28 April bertepatan dengan wafatnya Chairil Anwar pada 1949. Tahun ini, dunia sastra Indonesia memperingati 77 tahun kepergian sang pelopor. Momen ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya menjaga dan mengapresiasi karya puisi. Dengan demikian, tradisi sastra Indonesia dapat terus berkembang di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....