Jangan Anggap Remeh, Gigitan Kucing Bisa Picu Infeksi Berbahaya!

  • 10 Apr 2026 14:57 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Gigitan kucing sering kali dianggap sebagai hal sepele, terutama bagi para pecinta hewan peliharaan. Padahal, di balik luka kecil yang tampak tidak berbahaya, gigitan kucing dapat menimbulkan risiko kesehatan yang cukup serius jika tidak ditangani dengan benar.

Mengapa Gigitan Kucing Berbahaya?

Kucing memiliki gigi yang tajam dan runcing, sehingga gigitan mereka dapat menembus kulit dengan mudah. Luka yang dihasilkan biasanya kecil di permukaan, tetapi bisa cukup dalam.

Kondisi ini memungkinkan bakteri masuk ke jaringan di bawah kulit dan berkembang dengan cepat. Salah satu bakteri yang paling umum ditemukan pada mulut kucing adalah Pasteurella multocida.

Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam beberapa jam setelah gigitan terjadi. Mengutip Medical News Today, gigitan kucing justru termasuk salah satu jenis luka yang cukup berisiko tinggi infeksi.

Masalahnya, luka seperti ini sulit dibersihkan secara menyeluruh. Akibatnya, bakteri dari mulut kucing bisa terjebak di dalam jaringan kulit. Saat permukaan luka menutup, bakteri tersebut bisa berkembang dan memicu infeksi.

Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 20 persen hingga 80 persen kasus gigitan atau cakaran kucing dapat berujung infeksi.

Gigitan kucing yang tidak segera dibersihkan dan diobati dapat menyebabkan berbagai komplikasi, antara lain:

  • Infeksi kulit (selulitis): Ditandai dengan kemerahan, pembengkakan, dan rasa nyeri di sekitar luka.
  • Abses: Penumpukan nanah akibat infeksi yang tidak tertangani.
  • Demam dan lemas: Tanda bahwa infeksi sudah mulai menyebar.
  • Infeksi serius: Dalam kasus tertentu, bakteri dapat menyebar ke aliran darah dan menyebabkan kondisi yang lebih berbahaya.

Selain itu, gigitan kucing juga berisiko menularkan penyakit seperti rabies, terutama jika kucing tidak divaksin atau berasal dari lingkungan liar.

Siapa yang Lebih Rentan?

Beberapa kelompok orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat gigitan kucing, antara lain:

  • Anak-anak
  • Lansia
  • Orang dengan sistem imun lemah
  • Penderita diabetes

Pada kelompok ini, infeksi bisa berkembang lebih cepat dan lebih sulit diatasi.

Pertolongan Pertama yang Harus Dilakukan

Jika mengalami gigitan kucing, langkah awal yang perlu dilakukan adalah:

  1. Segera cuci luka dengan air mengalir dan sabun selama beberapa menit.
  2. Hentikan perdarahan dengan menekan luka menggunakan kain bersih.
  3. Oleskan antiseptik untuk mencegah infeksi.
  4. Tutup luka dengan perban steril.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri ke tenaga medis jika:

  • Luka terasa semakin nyeri, bengkak, atau kemerahan
  • Muncul nanah
  • Mengalami demam
  • Gigitan cukup dalam
  • Tidak mengetahui status vaksin kucing

Dokter mungkin akan memberikan antibiotik atau tindakan medis lain untuk mencegah infeksi lebih lanjut.

Pentingnya Pencegahan

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Hindari memancing kucing untuk menggigit
  • Ajarkan anak cara berinteraksi dengan hewan secara aman
  • Pastikan kucing peliharaan mendapatkan vaksinasi rutin
  • Jaga kebersihan dan kesehatan hewan peliharaan

Meskipun terlihat sepele, gigitan kucing tidak boleh dianggap remeh. Penanganan yang cepat dan tepat sangat penting untuk mencegah risiko infeksi dan komplikasi serius. Jika ragu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan tenaga medis agar kondisi tidak semakin memburuk. (DMR)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....