Manfaat Air Cucian Beras untuk Kesuburan Tanaman

  • 25 Feb 2026 13:28 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Air cucian beras atau yang sering disebut air leri oleh masyarakat Indonesia, ternyata memiliki manfaat yang cukup baik bagi tanaman. Banyak orang memanfaatkan air ini sebagai pupuk alami karena dinilai lebih hemat, ramah lingkungan, dan mudah didapat. Namun, pertanyaannya: apakah air cucian beras bisa sepenuhnya menggantikan pupuk tanaman?

"Air cucian beras, meski ada kandungan nitrogen, fosfor, atau kalium tapi tidak cukup banyak untuk menggantikan pupuk seimbang," ujar Harryson, melansir laman Martha Stewart.

Pendapat serupa juga disampaikan oleh ahli hortikultura lainnya. Ia menegaskan bahwa air beras sebaiknya tidak diperlakukan sebagai pupuk utama. Walaupun di dalamnya terdapat pati yang terlepas saat proses pencucian atau pemasakan beras, kandungan tersebut belum tentu benar-benar memberikan manfaat nutrisi yang signifikan bagi tanaman.

Meski demikian, air cucian beras tetap dapat dimanfaatkan, misalnya untuk menyiram tanaman agar tidak terbuang percuma. Hanya saja, penggunaannya tidak serta-merta membuat tanaman tumbuh lebih subur atau lebih cepat berkembang.

Menurut penjelasannya, jumlah unsur hara yang benar-benar tersedia dan dapat diserap tanaman setelah melalui proses penguraian sangatlah kecil, sehingga efeknya terhadap pertumbuhan tanaman pun terbatas.

72.95%

Air cucian beras mengandung beberapa unsur yang bermanfaat bagi tanaman, seperti:

  • Karbohidrat (pati) yang menjadi sumber energi bagi mikroorganisme tanah
  • Nitrogen (N) dalam jumlah kecil
  • Fosfor (P)
  • Kalium (K)
  • Beberapa vitamin dan mineral

Kandungan tersebut membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman, terutama pada fase awal pertumbuhan.

Manfaat Air Cucian Beras untuk Tanaman

  1. Menyuburkan tanah secara alami. Air cucian beras membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme.
  2. Merangsang pertumbuhan akar dan daun. Kandungan nutrisi di dalamnya dapat membantu tanaman tumbuh lebih hijau dan segar.
  3. Ramah lingkungan dan hemat biaya. Tidak mengandung bahan kimia sintetis sehingga aman untuk tanaman hias maupun sayuran.
  4. Mengurangi limbah rumah tangga. Pemanfaatan air cucian beras membantu mengurangi pemborosan air.

Apakah Bisa Menggantikan Pupuk?

Jawabannya: tidak sepenuhnya.

Air cucian beras memang bermanfaat, tetapi kandungan nutrisinya tidak selengkap pupuk organik atau pupuk kimia yang diformulasikan khusus untuk kebutuhan tanaman. Air ini lebih cocok sebagai pupuk tambahan (booster), bukan sebagai pengganti utama.

Untuk tanaman yang membutuhkan nutrisi tinggi, seperti tanaman buah atau sayuran produktif, tetap diperlukan pupuk tambahan agar hasilnya optimal.

Agar manfaatnya maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan air cucian beras pertama atau kedua (tanpa campuran sabun atau bahan lain).
  • Diamkan 1–2 hari agar terjadi fermentasi ringan (opsional).
  • Siramkan ke tanah, bukan langsung ke daun.
  • Gunakan 1–2 kali seminggu agar tidak menimbulkan bau atau jamur.

Air cucian beras bisa dimanfaatkan sebagai pupuk alami tambahan, tetapi belum dapat sepenuhnya menggantikan pupuk utama. Penggunaan yang tepat dan seimbang dengan pupuk lain akan membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan subur.

Jadi, mulai sekarang jangan langsung membuang air cucian beras. Manfaatkan untuk tanaman di rumah dan rasakan hasilnya! (DMR).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....