Ricochet dan Kebangkitan Jordan
- 31 Jan 2026 16:11 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, MADIUN - Album Ricochet menampilkan sisi bercahaya dari rock alternatif ’90-an, mengingatkan pada kejernihan Smashing Pumpkins di masa paling cerah, sentuhan Radiohead era Britpop, serta kabut shoegaze ala Catherine Wheel dan Ivy.
Semua pengaruh itu diramu melalui suara khas Jordan yang tetap terasa personal dan unik, menghadirkan nuansa nostalgia tanpa kehilangan identitas modernnya.
Setelah menjalani operasi polip pita suara dan terapi wicara intensif menjelang tur Valentine pada 2021, Jordan tampil di Ricochet sebagai vokalis yang lebih percaya diri dan terkendali sebuah ironi manis bagi album yang justru membicarakan ketidakpastian.
Album ini direkam bersama produser sekaligus bassist Aron Kobayashi Ritch (Momma) di Fidelitorium Recordings, North Carolina, serta Nightfly dan Studio G di Brooklyn.
Berdasar press released yang diterima, Jordan menyebut proses rekaman tersebut terasa “menyegarkan, penuh kepercayaan, dan nyaman,” sehingga ia bisa menyelami setiap lagu tanpa kompromi.
Ricochet juga menandai perubahan besar dalam proses kreatif Jordan. Untuk pertama kalinya, ia menulis seluruh instrumen dan melodi vokal di piano atau gitar, lalu mengisi lirik secara menyeluruh selama setahun penuh.
Pendekatan ini memberinya ruang untuk membangun melodi luas yang kini menjadi karakter utama album.
Dari sisi lirik, dunia Ricochet dipengaruhi karya-karya bertema eksistensi. Film Synecdoche, New York karya Charlie Kaufman menjadi referensi penting, sementara lagu “Nowhere” terinspirasi dari puisi Laura Gilpin, The Two-Headed Calf.
Di lagu “My Maker,” Jordan membayangkan dirinya terjebak terlalu lama di bar bandara surgawi, memohon dengan lirik, “Oh, bouncer in the sky / Let me in, I’m scared to die.” Album ini juga berkabung atas persahabatan yang memudar, kesederhanaan yang hilang, dan luka akibat jarak emosional kecemasan yang lahir bukan dari hal buruk, melainkan dari cepatnya hal-hal baik berlalu.
Artwork Ricochet memperkuat tema tersebut. Menjadi rilisan Snail Mail pertama tanpa menampilkan wajah Jordan, sampulnya menghadirkan rumah keong spiral yang mengambang di hamparan biru kusam.
Visual ini menjadi simbol keruntuhan ke dalam diri sekaligus keluasan tanpa batas, menggambarkan tarik-ulur antara pertumbuhan, jarak, dan perspektif yang menyelimuti album ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....