Congklak, Permainan Tradisional dan Edukatif

  • 25 Jul 2024 17:50 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Congklak merupakan permainan tradisional Indonesia dan dikenal dengan berbagai nama di seluruh Nusantara, seperti "dhakon" di Jawa atau "mancala" dalam literatur internasional. Permainan ini bukan hanya sekedar hiburan, congklak menyimpan nilai-nilai budaya dan edukatif yang masih relevan hingga kini.

Congklak dimainkan oleh dua orang dengan menggunakan papan yang memiliki 16 lubang; 14 lubang kecil yang berjejer dua baris, dan dua lubang besar di ujung kanan dan kiri papan. Setiap pemain memiliki tujuh lubang kecil di sisi mereka serta satu lubang besar sebagai 'rumah'. Permainan ini menggunakan biji-biji kecil seperti kerang atau biji sawo.

Aturan Permainan :

  1. Setiap lubang kecil diisi dengan tujuh biji.
  2. Pemain secara bergantian mengambil biji dari salah satu lubang kecil di sisi mereka.
  3. Biji tersebut kemudian didistribusikan satu per satu ke setiap lubang berikutnya searah jarum jam.
  4. Jika biji terakhir jatuh di lubang besar (rumah) milik sendiri, pemain mendapatkan giliran lagi.
  5. Jika biji terakhir jatuh di lubang kosong di sisi sendiri, pemain dapat mengambil seluruh biji di lubang lawan yang berhadapan langsung dengan lubang kosong tersebut.
  6. Permainan berakhir ketika semua lubang kecil kosong, dan pemenangnya adalah pemain dengan biji terbanyak di 'rumah' mereka.

Bermain congklak dapat memberikan beberapa manfaat seperti:

1. Pengembangan Kognitif: Melalui strategi dan perhitungan, Congklak membantu mengasah keterampilan matematika dasar dan logika anak-anak.

2. Sosial dan Emosional: Bermain Congklak mengajarkan nilai-nilai sosial seperti kesabaran, sportivitas, dan kerja sama.

3. Budaya dan Warisan: Congklak menjadi media yang efektif untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya tradisional kepada generasi muda.

Menurut Jurnal Riset Pendidikan Dasar dan Karakter, permainan congklak merupakan permainan yang menitik beratkan pada penguasaan berhitung. Adapun keunggulan dari permainan ini dalam aspek kognitif adalah dalam permainan ini anak dapat belajar berhitung, yaitu ketika mulai bermain, anak belajar untuk menghitung jumlah biji dalam setiap lubang. Sehingga tidak terasa anak belajar berhitung sambil bermain congklak.

Congklak bukan sekedar permainan, melainkan warisan budaya yang memiliki nilai edukatif tinggi. Melalui permainan ini, generasi muda dapat belajar tentang strategi, nilai sosial, dan sejarah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....