Jadikan Donor Gaya Hidup, Perjuangan Ika Tembus 104 Kali Donor Darah

  • 01 Okt 2026 12:52 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Niat tulus untuk membantu sesama menjadi alasan utama Ika Damayanti mantap mendonasikan darahnya pertama kali pada tahun 1993. Tiga dekade berlalu, semangat kemanusiaan warga Kota Madiun ini tak pernah surut hingga berhasil mencatatkan lebih dari 100 kali donor darah.

"Alhamdulillah pertama kali saya donor darah tahun 1993. Waktu itu di tempat saya kerja ada aksi donor darah untuk karyawan," ujarnya.

"Saya pun ingin mencoba. Soalnya dalam hati kecil saya ingin membantu, tapi tidak ada materi waktu itu. Jadi saya berusaha, apa yang saya punya untuk saya donorkan. Alhamdulillah semenjak itu setiap 3 bulan sekali saya teratur donor," lanjut Ika.

Perjalanan Ika menjadi pendonor sukarela tidak selalu mulus. Pada tahun 2016, ia sempat menerima penghargaan atas capaian 75 kali donor. Saat itu, Ika memasang target pribadi untuk bisa menembus angka 100 kali.

Namun, langkahnya terhenti saat ia mengalami kendala kesehatan pada tahun 2017. Kondisi tersebut memaksa Ika harus vakum mendonasikan darah selama enam tahun, hingga tahun 2023.

Masa-masa istirahat itu sempat membuatnya sedih, mengingat donor darah telah menjadi bagian dari kehidupannya. Meski demikian, kondisi tersebut sama sekali tak meluruhkan semangatnya untuk kembali berbagi.

Dengan tekad kuat, Ika disiplin menjaga kesehatannya. Setelah dinyatakan fit dan lolos pemeriksaan medis oleh petugas PMI pada 2023, ia akhirnya diizinkan kembali berdonor hingga kini mencapai 104 kali.

"Alhamdulillah dengan kekuatan dan tekad, saya ke PMI lagi. Tahun 2023 matur ke petugas untuk cek semuanya, alhamdulillah hasilnya baik dan diizinkan donor lagi sampai sekarang," imbuhnya.

Ika mengaku rutin berdonor karena merasakan langsung dampak baik bagi kesehatan tubuhnya sendiri maupun kebermanfaatan bagi sesama.

"Saya sangat bersyukur karena dengan donor darah teratur badan lebih sehat, peredaran darah dan jantung lancar. Yang terpenting, setetes darah yang kita sumbangkan memberi harapan kehidupan bagi mereka yang membutuhkan," tutur Ika.

Melalui pengalamannya, Ika mengimbau masyarakat luas untuk menjadikan donor darah sebagai bagian dari gaya hidup sehat sekaligus wujud kepedulian terhadap sesama.

"Mari kita jadikan donor darah sebagai gaya hidup sehat. Mari jaga terus kesehatan agar kita bisa donor darah secara teratur dan berbagi untuk kemanusiaan," tambahnya.

Testimoni dan perjalanan pendonor seperti Ika Damayanti diharapkan dapat menjadi penyulut semangat bagi warga Kota Madiun dan sekitarnya. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala UDD PMI Kota Madiun, dr. Wahyu Hetty Darmawati.

"Harapan kami, testimoni tadi dapat lebih menggugah semangat penduduk Kota Madiun dan sekitarnya untuk berdonor darah. Donor darah ini merupakan bentuk prestasi kemanusiaan yang luar biasa, dan pemerintah pun memberikan perhatian tinggi kepada para pendonor," ujar dr. Wahyu.

dr. Wahyu Wahyu berharap pendonor yang telah mencapai 100 kali donor kembali mendapatkan perhatian melalui pemberian penghargaan dari pemerintah pusat. "Harusnya ada penghargaan yang diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia. Tapi sejak pandemi penghargaan ini belum pernah dilaksanakan," katanya.

Selain merawat konsistensi para pendonor aktif, PMI Kota Madiun terus mendorong keterlibatan lebih banyak instansi dalam aksi donor darah berkala melalui nota kesepakatan (MoU).

Langkah tersebut dinilai vital untuk menjamin ketersediaan serta keamanan stok darah di Kota Madiun secara berkelanjutan.

"Kami berharap lebih banyak lagi instansi yang bersedia membangun kesepakatan atau MoU dengan UDD PMI Kota Madiun untuk menyelenggarakan donor darah rutin," tutup dr. Wahyu.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....