Cokelat dan Mood, Mengapa Keduanya Sering Berkaitan?

  • 30 Sep 2026 09:15 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Cokelat menjadi salah satu makanan yang kerap dikaitkan dengan suasana hati. Tidak sedikit orang memilih sebatang cokelat ketika sedang merasa lelah, stres, atau sekadar ingin menikmati camilan setelah menjalani aktivitas. Rasa manis, tekstur lembut, dan aroma khas cokelat membuat makanan ini terasa menyenangkan untuk dinikmati. Pengalaman tersebut kemudian membuat cokelat sering dianggap dapat membantu memberikan rasa nyaman dan membuat suasana hati menjadi lebih baik.

Salah satu alasan cokelat dan mood sering dikaitkan adalah pengalaman sensorik ketika seseorang menikmatinya. Rasa, aroma, dan tekstur cokelat dapat memberikan sensasi menyenangkan. Selain itu, cokelat, terutama yang mengandung kakao, memiliki sejumlah senyawa seperti flavanol dan methylxanthine yang banyak diteliti karena potensinya terhadap fungsi otak dan suasana hati. Meski demikian, pengaruh masing-masing kandungan tersebut terhadap kondisi emosional masih terus dipelajari oleh para peneliti.

Hubungan antara cokelat dan suasana hati juga telah dibahas dalam berbagai penelitian. Fusar-Poli dkk. dalam Critical Reviews in Food Science and Nutrition tahun 2022 melalui tinjauan sistematis dan meta-analisis menemukan adanya perbaikan pada beberapa ukuran suasana hati setelah konsumsi produk kaya kakao. Peneliti menyatakan bahwa “konsumsi produk yang kaya kakao mungkin dapat memperbaiki suasana hati dan kondisi emosional dalam jangka pendek.” Namun, hasil tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa cokelat memberikan manfaat yang sama dalam jangka panjang.

Meski demikian, cokelat tidak dapat dianggap sebagai solusi untuk mengatasi stres, gangguan suasana hati, atau masalah emosional. Penelitian mengenai hubungan cokelat dan mood masih menunjukkan hasil yang beragam, sementara sebagian penelitian dilakukan dalam waktu relatif singkat dengan jumlah peserta yang terbatas. Jenis cokelat juga perlu diperhatikan. Cokelat hitam dengan kandungan kakao tinggi sering menjadi perhatian dalam penelitian karena mengandung lebih banyak komponen kakao. Salah satu penelitian menemukan konsumsi 30 gram cokelat hitam dengan kandungan kakao 85 persen selama tiga minggu berkaitan dengan penurunan negative affect, meski hasil tersebut tidak berarti semua orang akan mengalami efek yang sama.

Hubungan antara cokelat dan mood merupakan hal yang cukup kompleks. Kandungan kakao, rasa dan aroma cokelat, pengalaman menyenangkan saat menyantapnya, hingga kondisi emosional seseorang dapat menjadi bagian dari hubungan tersebut. Menikmati cokelat sesekali sebagai camilan dapat menjadi bagian dari pola makan yang seimbang, dengan tetap memperhatikan jenis dan jumlah yang dikonsumsi. Jadi, cokelat mungkin dapat menjadi salah satu bagian kecil dari momen menyenangkan, tetapi menjaga suasana hati tetap baik tetap membutuhkan pola hidup yang seimbang secara keseluruhan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....