Kenapa Ada yang Suka dan Tidak Suka Daun Ketumbar?

  • 18 Sep 2026 10:49 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Daun ketumbar memiliki penggemar sekaligus orang yang tidak menyukainya. Bagi sebagian orang, aromanya terasa segar dan menggugah selera. Namun, bagi sebagian lainnya, daun ketumbar justru memiliki aroma seperti sabun. Perbedaan pengalaman tersebut ternyata dapat berkaitan dengan faktor biologis.

Aroma daun ketumbar berasal dari berbagai senyawa volatil, terutama kelompok aldehida. Senyawa-senyawa tersebut juga dapat ditemukan dalam beberapa jenis produk yang memiliki karakter aroma tertentu. Cara seseorang menangkap aroma tersebut dipengaruhi oleh reseptor penciuman yang dimiliki tubuh.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Flavour menemukan adanya hubungan antara variasi genetik pada kelompok gen reseptor penciuman dengan persepsi terhadap aroma daun ketumbar seperti sabun. Salah satu gen yang menjadi perhatian adalah OR6A2, yang berkaitan dengan kemampuan mendeteksi sejumlah senyawa aldehida dalam daun ketumbar.

Namun, faktor genetik bukan berarti menentukan sepenuhnya apakah seseorang akan menyukai ketumbar atau tidak. Pengalaman makan, kebiasaan, budaya, dan seberapa sering seseorang terpapar makanan dengan rasa atau aroma tertentu juga dapat memengaruhi preferensi.

Jadi, jika ada orang yang mengatakan daun ketumbar terasa seperti sabun, pengalaman tersebut bukan sekadar hal yang dibuat-buat. Ada faktor biologis yang dapat memengaruhi bagaimana aroma ketumbar diterima oleh seseorang. Sementara bagi orang lain, aroma yang sama justru menjadi salah satu daya tarik utama dari daun ketumbar.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....