TMMD ke-129 di Ponorogo, Beri Harapan Baru bagi Warga Desa Bulu Lor
- 16 Jul 2026 13:31 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Penantian warga Desa Bulu Lor, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memiliki infrastruktur yang layak tidak lama lagi akan terwujud. Itu setelah TNI turun langsung menjalankan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129.
Upacara pembukaan TMMD ke-129 itu berlangsung di Lapangan Kecamatan Jambon, Ponorogo, Rabu (15/7/2026) ditandai pemukulan gong oleh Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Acara tersebut turut dihadiri Komandan Kodim (Dandim) 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra, Danrem 081/DSJ Kolonel Arm Untoro Hariyanto, serta lainnya.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan di wilayah pedesaan. Setidaknya ada 150 tentara dikerahkan untuk melakukan pembangunan infrastruktur tersebut. Mereka teridiri Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) Pacitan, Lanal Pacitan, Lanud Iswahjudi, serta 35 anggota Kodim 0802/Ponorogo.

Sasaran TMMD tersebut meliputi rehab rumah tidak layak huni (rutilahu) milik Sumani di Dukuh Gupit. Kemudian pembangunan jalan paving di dukuh Ngipik dan Gupit, pembangunan talud dan saluran air di Dukuh Gupit, hingga pembangunan jembatan di Dukuh Bibis.
Tak hanya itu, dalam program TMMD, TNI juga melakukan kegiatan non-fisik seperti penyuluhan atau sosialisasi untuk meningkatkan wawasan masyarakat, pelayanan kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat desa.
Kepala Desa Bulu Lor, Agus Siswanto bersyukur, desanya menjadi sasaran program TMMD. Sebab, infrastruktur yang selama ini dibutuhkan warganya akhirnya bisa terealisasi berkat TNI.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI khususnya Kodim 0802/Ponorogo dan Pemkab Ponorogo, tentu program ini sangat bermanfaat bagi warga kami," terangnya.
Senada juga disampaikan Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita. Menurutnya, pemkab tidak bisa berjalan sendiri tanpa bantuan stakeholder terkait dalam mempercepat pembangunan, termasuk kehadiran TNI melalui program TMMD.
"Dalam rangka percepatan pembangunan di Ponorogo alhamdulillah kami dapat bantuan melalui TMMD ini. Semoga Ponorogo ke depannya semakin hebat, sekali lagi kami sampaikan terima kasih atas kerja sama antara TNI, Baznas dan Pemkab Ponorogo," ujarnya.
Dandim 0802/Ponorogo, Letkol Arh Farauk Saputra mengungkapkan, program TMMD tidak hanya membangun sarana fisik, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat. Sebelumnya, TNI telah mengawali pra TMMD pada pertengahan Juni lalu, karena ada sasaran kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan dalam waktu singkat.
Harapannya, sebelum penutupan TMMD pada 13 Agustus mendatang, seluruh program dan kegiatan tuntas 100 persen.

"Kita kan mencari daerah yang benar-benar membutuhkan. Jadi ada target yang memang cukup sulit sehingga kita laksanakan pra TMMD mulai sebulan yang lalu untuk membantu meringankan tugas sekaligus mengejar target. Harapannya nanti pada saat penutupan 13 Agustus, pekerjaan semua tuntas 100 persen," ungkapnya.
Di kesempatan yang sama Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto menjelaskan, TMMD sengaja menyasar desa yang membutuhkan sentuhan percepatan pembangunan, terutama perbaikan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.
"TMMD itu sasarannya adalah daerah terisolir atau agak sulit lah akses atau infrastruktur dan lainnya, makanya kita bantu dengan TMMD," jelasnya.
Melalui pelaksanaan TMMD ke-129 yang berlangsung selama satu bulan 15 Juli hingga 15 Agustus 2026, ia berharap akses masyarakat semakin baik, perekonomian desa meningkat, serta kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....