Jamasan Pusaka Sewulan Jadi Wujud Pelestarian Warisan Leluhur
- 07 Jul 2026 12:12 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Masyarakat Desa Sewulan kembali menggelar tradisi Jamasan Pusaka di Pendopo Raden Sukoco, Desa Sewulan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Selasa 7 Juli 2026. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun sejak berdirinya Perdikan Sewulan pada tahun 1743 itu terus dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah, para pendiri desa, dan warisan budaya.
Ketua Lembaga Adat Desa (LAD) Sewulan, Muhammad Baidowi atau Gus Mamak, menjelaskan jamasan pusaka bukan ditujukan untuk mengkultuskan benda pusaka. Menurutnya, pusaka menjadi perlambang sejarah yang mengingatkan masyarakat pada perjuangan para pendahulu dalam membangun Desa Sewulan.
"Pusaka sebagai perlambang bahwa segala sesuatu itu tidak lepas dari kesejarahan dan tokoh masa lalu," kata Gus Mamak.
Ia menuturkan, tradisi jamasan telah dilakukan sejak berdirinya Perdikan Sewulan yang dibabad oleh Raden Mas Bagus Harun atau Kiai Ageng Basyariyah. Kini, tradisi tersebut dilestarikan bersama pemerintah desa agar semakin dikenal masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai budaya dan sejarah lokal.
Menurut Gus Mamak, jamasan pusaka juga mengandung filosofi penyucian diri. Membersihkan pusaka menjadi perlambang agar manusia senantiasa melakukan muhasabah, menjaga keseimbangan lahir dan batin, serta memperbaiki hubungan dengan sesama maupun kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Prosesi jamasan diawali dengan *bedol pusaka*, yaitu mengeluarkan pusaka dari tempat penyimpanan untuk diserahkan kepada tim penjamas. Pusaka kemudian dibersihkan menggunakan jeruk nipis untuk menghilangkan karat, dilanjutkan dengan bunga setaman. Pusaka lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, diberi warangan, dan dikembalikan ke warangkanya masing-masing.
Tahun ini, sebanyak 25 pusaka dijamas, terdiri atas pusaka peninggalan Kiai Ageng Basyariyah dan pusaka milik masyarakat yang dititipkan untuk mengikuti prosesi. Gus Mamak mengatakan jumlah tersebut sebagai simbol 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui dalam ajaran Islam.
"Waktunya terbatas dan itu kita mengambil dari jumlah nabi dan rasul yang pernah diturunkan Allah yang wajib diketahui yang jumlahnya ada 25," lanjutnya.
Setelah seluruh pusaka dikembalikan ke tempat penyimpanan, rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama dan selamatan sebagai ungkapan syukur. Masyarakat berharapan agar Desa Sewulan, pemerintah desa, dan seluruh warganya senantiasa memperoleh keberkahan serta keselamatan lahir dan batin.
"Ini sebagai wujud penghormatan dan rasa terima kasih kepada leluhur. Kita juga berharap masyarakat Desa Sewulan selalu diberi keberkahan dan keselamatan lahir batin oleh Tuhan Yang Maha Esa," tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....