Tangis Haru Sambut Kepulangan 451 Jemaah Haji Kabupaten Madiun

  • 07 Jun 2026 21:26 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Suasana haru menyelimuti penyambutan jemaah haji Kabupaten Madiun di Pendopo Ronggo Djumeno, Minggu 7 Juni 2026. Ratusan masyarakat berdatangan sejak pagi untuk menjemput kerabat mereka yang kembali dari Tanah Suci setelah menunaikan ibadah haji.

Jemaah haji Kabupaten Madiun yang tiba hari ini berasal dari dua kloter, yakni kloter 24 sebanyak 374 jemaah dan kloter 25 sebanyak 77 jemaah. Dengan demikian, total jemaah yang kembali mencapai 451 orang.

Saat bus rombongan tiba, suasana penyambutan berlangsung haru. Jemaah yang baru turun dari bus langsung disambut pelukan sanak keluarga yang telah menunggu. Sejumlah keluarga terlihat meneteskan air mata, tanda rindu setelah sekitar 40 hari berpisah dengan kerabat mereka.

Di antara keluarga penjemput, Ana, warga Kecamatan Kebonsari, hadir untuk menyambut paman dan bibinya yang menjadi jemaah haji tahun ini. Ia mengaku kerap menjalin komunikasi dengan paman dan bibinya, melalui panggilan video di sela aktivitas ibadah.

Menurut Ana, cerita-cerita dari Tanah Suci justru membuat rasa rindu semakin kuat dan tidak sabar menanti pertemuan kembali dengan dua kerabatnya tersebut.

“Ya senang sekali ya pastinya. Terus ya karena sudah lama tidak ketemu, terus selama di sana kan banyak cerita-cerita itu tambah pengin cepat ketemu, kangen lah,” ungkapnya.

Ana menambahkan kebersamaan dengan paman dan bibinya menjadi hal yang paling dirindukan, terutama karena keduanya dikenal sebagai sosok yang hangat dan mudah diajak berbagi cerita. Keluarga Ana juga berencana menggelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur atas kelancaran ibadah haji dan pulang dari Tanah Suci dengan selamat.

Rasa haru juga dirasakan Mufidah, yang juga warga Kecamatan Kebonsari, hadir menjemput kedua orang tuanya. Selama masa ibadah haji, ia tetap berupaya menjaga komunikasi meski terkadang terkendala jaringan.

Mufidah mengaku meski di rumah masih ada anggota keluarga lain, ia tetap sangat merindukan kehadiran orang tuanya selama sekitar 40 hari berpisah. Dengan suara terbata, ia juga menyampaikan hal sederhana yang ingin kembali dilakukan setelah orang tuanya tiba di rumah.

"Mungkin yang ketika orang tua datang pastinya yang pertama mau bikinin kopi, karena biasanya bikinin kopi juga tiap pagi buat ayah," ungkapnya.

Selain menantikan oleh-oleh, Mufidah mengaku tidak sabar mendengar cerita pengalaman orang tuanya selama menjalankan ibadah haji. Ia menyebut sang ibu kerap menceritakan pengalaman yang menurutnya terasa seperti “keajaiban” yang sulit dijelaskan, namun dirasakan selama berada di Tanah Suci.

Kepulangan jemaah haji ini tidak hanya menjadi momen akhir dari perjalanan ibadah, tetapi juga awal dari pertemuan kembali keluarga yang telah lama menantikan kebersamaan di rumah. Suasana haru yang menyelimuti Pendopo Ronggo Djumeno mencerminkan kuatnya ikatan keluarga yang tetap terjaga meski terpisah jarak dan waktu.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....