Haus atau Lapar? saat Tubuh Sering Salah Memberi Sinyal
- 21 Mei 2026 18:39 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Di tengah cuaca yang panas atau aktivitas yang padat, segelas minuman dingin dan manis sering kali menjadi pilihan pertama untuk menghilangkan rasa tidak nyaman. Banyak orang langsung membeli es teh, minuman bersoda, atau minuman kekinian ketika merasa lemas, pusing, atau tidak berenergi. Padahal, kondisi tersebut belum tentu menandakan tubuh membutuhkan gula. Bisa jadi tubuh sebenarnya hanya sedang kekurangan cairan.
Tubuh manusia memiliki mekanisme yang kompleks dalam mengatur rasa haus dan lapar. Sayangnya, sinyal yang muncul terkadang terasa mirip sehingga mudah disalahartikan. Mulut yang terasa kering, tubuh lesu, sulit berkonsentrasi, atau muncul keinginan untuk mengonsumsi sesuatu sering kali dianggap sebagai rasa lapar atau keinginan mengonsumsi minuman manis. Akibatnya, banyak orang memilih minuman berkalori tinggi daripada memenuhi kebutuhan cairan dengan air putih.
| Baca juga: Es Jeruk Peras Favorit Warga Dolopo |
Minuman manis memang dapat memberikan sensasi segar dan tambahan energi dalam waktu singkat. Kandungan gula di dalamnya mampu meningkatkan kadar glukosa darah sehingga tubuh terasa lebih berenergi. Namun, efek tersebut biasanya bersifat sementara. Jika penyebab utama ketidaknyamanan adalah dehidrasi ringan, minuman manis belum tentu menjadi solusi terbaik. Tubuh tetap memerlukan cairan yang cukup untuk menjaga fungsi organ, mengatur suhu tubuh, serta mendukung proses metabolisme.
Kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap kali merasa haus juga dapat meningkatkan asupan gula harian tanpa disadari. Dalam jangka panjang, pola ini berpotensi meningkatkan risiko kelebihan berat badan, gangguan metabolisme, hingga berbagai penyakit tidak menular apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal Gizi Klinik Indonesia menyebutkan bahwa “air merupakan zat gizi yang sangat penting bagi tubuh karena berperan dalam hampir seluruh proses fisiologis dan diperlukan untuk mempertahankan keseimbangan fungsi tubuh.” Temuan ini menunjukkan bahwa kebutuhan cairan seharusnya dipenuhi terlebih dahulu sebelum tubuh mencari sumber energi tambahan dari makanan atau minuman manis.
Karena itu, saat muncul rasa lemas, pusing ringan, atau keinginan untuk segera mengonsumsi minuman dingin dan manis, cobalah minum satu atau dua gelas air putih terlebih dahulu. Jika setelah beberapa saat tubuh terasa lebih segar, kemungkinan besar yang dibutuhkan sejak awal adalah cairan, bukan gula. Mengenali perbedaan antara rasa haus dan keinginan mengonsumsi minuman manis merupakan langkah sederhana yang dapat membantu menjaga kesehatan tubuh setiap hari.
RA
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....