Mengapa Air Laut Asin, sementara Air Hujan Tawar?

  • 25 Feb 2026 10:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Pernahkah kita berdiri di tepi pantai, merasakan percikan air laut yang asin di bibir, lalu bertanya-tanya: mengapa rasanya begitu berbeda dengan air hujan yang jatuh dari langit? Padahal, keduanya sama-sama berasal dari air di bumi.

Air hujan pada dasarnya adalah hasil penguapan air laut, sungai, dan danau akibat panas matahari. Ketika air menguap, yang terangkat ke atmosfer hanyalah molekul airnya saja, bukan garam atau mineral. Itulah sebabnya, ketika uap air mengembun menjadi awan dan turun sebagai hujan, air yang jatuh terasa tawar.

Namun, hal itu berubah ketika air hujan menyentuh daratan. Dalam perjalanannya menuju sungai dan akhirnya ke laut, air mengikis batuan dan tanah, melarutkan berbagai mineral, termasuk natrium dan klorida. Mineral-mineral inilah yang kemudian terbawa hingga ke laut.

Selama jutaan tahun, proses ini terjadi tanpa henti. Garam yang terbawa sungai terus menumpuk di laut karena ketika air laut menguap, garamnya tertinggal. Akumulasi inilah yang membuat air laut terasa asin.

Kadar garam di laut sebenarnya relatif stabil, sekitar 3,5 persen. Angka ini menunjukkan keseimbangan antara mineral yang masuk dari daratan dan proses alami lain seperti pengendapan serta aktivitas geologi di dasar laut.

Dalam kajian oseanografi yang dipublikasikan pada jurnal kelautan disebutkan bahwa salinitas air laut merupakan hasil akumulasi mineral terlarut dari proses pelapukan batuan di daratan yang berlangsung dalam skala waktu geologis. Penjelasan ini menegaskan bahwa rasa asin laut bukanlah fenomena sesaat, melainkan hasil kerja alam selama jutaan tahun.

Meski berasal dari laut, air hujan tetap tawar karena proses penguapan bertindak seperti penyaring alami. Garam dan sebagian besar zat terlarut tidak ikut menguap. Inilah keajaiban siklus hidrologi, alam memiliki mekanisme pemurnian yang berlangsung terus-menerus.

Namun, air hujan bisa saja mengandung sedikit zat lain ketika melewati atmosfer, terutama di wilayah dengan polusi tinggi. Meski begitu, secara alami, air hujan tetap jauh lebih tawar dibanding air laut.

RA

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....