Aqila, Pesilat Cilik yang Tumbuhkan Percaya Diri lewat Seni Bela Diri
- 16 Feb 2026 16:38 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Di balik gerakan tangan dan tendangan tangkas, terdapat semangat belajar dan keceriaan khas anak-anak. Hal tersebut terlihat dari sosok Aqila Abigail (11) atau kerap disapa Abi, atlet pencak silat usia dini di Kabupaten Magetan yang menorehkan prestasi di berbagai kejuaraan tingkat daerah hingga internasional.
Bocah kelas V SD Tawanganom 2 Magetan tersebut mengaku perkenalannya dengan pencak silat memberikan dampak positif, terutama dalam hal membangun kepercayaan diri. "Buat aku bisa jaga diri kalau misalnya lewat jalan sepi gitu kan, terus nanti untuk kalau misalnya ada pembulian juga," tuturnya, Minggu 15 Februari 2026.
Semangat Abi dalam berlatih tak surut meski harus menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari rumah menuju sasana. Pertemuan dan latihan bersama teman-teman di sasana justru menjadi sumber motivasi tersendiri baginya untuk terus berlatih.

Semangat dan kedisiplinan Abi dalam berlatih, tidak lepas dari dukungan penuh dari sang mama. Mama Abi menuturkan, ketertarikan anaknya pada pencak silat bermula sejak duduk di kelas satu sekolah dasar.
"Awalnya waktu masih kelas 1 dia ingin ikut latihan. Saya pending, saya pikir hanya ikut-ikutan. Kok lama-lama minta terus. Akhirnya ya sudah, tidak apa-apa ikut latihan asalkan bisa untuk bela diri," jelas Mama Abi.
"Terus itu saya ikutkan juga atlet. Saya les kan secara privat di rumah. Alhamdulillah berkembang dan pertandingan prestasi pertamanya dia itu di Jakarta," lanjutnya.
Mama Abi mengaku merasakan perubahan positif pada anaknya, mulai dari meningkatnya rasa percaya diri hingga kemandirian dalam menyelesaikan masalah. Untuk mendukung proses tersebut, Mama Abi memfasilitasi berbagai perlengkapan latihan di rumah, serta menyediakan laptop sebagai penunjang belajar agar Abi tetap dapat menyeimbangkan kemampuan non-akademik dan akademik.
Dukungan dari keluarga dinilai menjadi faktor penting dalam perkembangan Abi sebagai atlet cilik. Hal ini disampaikan oleh Pelatih Pencak Silat, Japung Effendi, yang akrab disapa Mas Jay.
Mas Jay mengaku bertemu Abi pertama kali ketika anak didiknya berusia 10 tahun. Menurut Mas Jay, Abi memiliki keunggulan terutama dalam hal kedisiplinan.
"Untuk Abi keunggulannya karena dia lebih disiplin dan support dari orang tua serta dari sekolah cukup baik juga. Jadi lebih mudah untuk memberi tambahan materi. Apalagi kalau dikasih materi di rumah juga dilaksanakan," ungkap Mas Jay.
Saat ini, Abi tengah mempersiapkan diri menghadapi ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat kabupaten. Menjelang kejuaraan tersebut, intensitas latihan Abi sementara ditingkatkan menjadi dua hingga tiga kali sehari sebagai bagian dari persiapan pertandingan, dengan pembagian latihan kategori tanding dan seni.
"Tidak ada libur. Tiga hari latihan kategori tanding, dan empat hari latihan kategori seni," tambah Mas Jay.
Mas Jay berharap, dengan disiplin dan pendampingan yang tepat, Abi dapat terus berkembang dan meraih prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang, sekaligus tumbuh sebagai atlet pencak silat profesional di tengah persaingan yang semakin ketat. (UF).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....