Brain Rot: Terlalu Banyak Konten, Otak Ikut Tumpul?

  • 04 Feb 2026 11:52 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Scroll tanpa henti sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Dari bangun tidur hingga menjelang tidur lagi, jari nyaris tak lepas dari layar. Video pendek, notifikasi, dan banjir informasi datang silih berganti. Tanpa disadari, otak dipaksa terus-menerus mencerna konten dalam tempo cepat, nyaris tanpa jeda untuk benar-benar berpikir.

Kondisi ini kerap disebut sebagai brain rot, istilah populer untuk menggambarkan penurunan fokus, daya pikir, dan kemampuan konsentrasi akibat konsumsi konten berlebihan. Alih-alih merasa terinformasi, banyak orang justru merasa mudah lelah secara mental, sulit fokus, dan cepat bosan ketika harus menghadapi aktivitas yang menuntut perhatian lebih lama.

Fenomena ini bukan sekadar perasaan subjektif. Sebuah penelitian dalam jurnal Computers in Human Behavior menyebutkan bahwa “paparan informasi digital yang berlebihan dapat menurunkan kapasitas perhatian dan memengaruhi kemampuan kognitif individu”. Artinya, otak yang terus dibanjiri stimulus cepat berisiko kehilangan kemampuannya untuk fokus mendalam.

Ironisnya, semakin tumpul konsentrasi, semakin besar dorongan untuk kembali mencari hiburan instan dari layar. Siklus ini membuat otak jarang beristirahat dan terbiasa dengan rangsangan dangkal. Dalam jangka panjang, hal ini dapat memengaruhi produktivitas, kualitas belajar, hingga kesehatan mental.

Di tengah derasnya arus konten, memberi jeda pada otak menjadi semakin penting. Mengurangi waktu layar, memilih konten dengan lebih sadar, dan memberi ruang untuk aktivitas tanpa gawai bisa menjadi langkah sederhana untuk menjaga ketajaman pikiran. Sebab, di era digital, tantangan terbesar bukan lagi kurang informasi melainkan terlalu banyak tanpa sempat dicerna.(RA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....