Bank Sampah Matahari Mengubah Sampah Menjadi Harapan
- 29 Jan 2026 16:59 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Di pojok permukiman warga Kelurahan Winongo, Kota Madiun, berdiri sebuah rumah yang tampak berbeda dari bangunan di sekitarnya. Di depan rumah tersebut berjajar pot bunga dan tempat sampah warna-warni dari galon bekas, lampu gantung dari botol kaca, serta sebuah banner yang memuat alur pengolahan sampah. Rumah itu dikenal masyarakat sebagai Bank Sampah Matahari.
Bank Sampah Matahari didirikan oleh Siyam Sumartini, pada 11 November 2010. Bank sampah ini dibangun atas dasar kegelisahan Siyam, sebagai warga terdampak adanya Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Siyam menyebut pada 2010 volume sampah yang masuk ke TPA Winongo mencapai sekitar 100 ton per hari. Kondisi tersebut, menurut Siyam, menimbulkan dampak lingkungan dan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, seiring munculnya kasus demam berdarah di mana lingkungan dengan tumpukan sampah berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Latar belakangnya, satu terdampak langsung adanya TPA. Pada tahun 2010, sampah yang di TPA Winongo itu 100 ton per hari. Saya membayangkan, seandainya, kita selaku terdampak langsung adanya TPA dan masyarakat itu tidak punya inovasi, terus mau dibawa ke mana anak cucu kita? Karena hanya sistem uruk, kan akhirnya menjadi bukit,” ujar Siyam.
“Yang kedua adanya kasus demam berdarah. Karena sampah itu kan tempat berkembang dan bertelurnya nyamuk. Nyamuk yang bisa menyebabkan adanya kasus demam berdarah,” lanjutnya.
Melalui Bank Sampah Matahari, Siyam mengajak warga memilah sampah sejak dari rumah. Ia menilai rumah tangga sebagai hulu sampah, sehingga pemilahan sejak awal penting untuk menekan jumlah sampah yang dibuang.
“Minimal residu sampahnya yang baru masuk ke TPS. Setelah TPS dipilah baru masuk ke TPA,” lanjutnya.
Selama 15 tahun berdiri, kiprah Bank Sampah Matahari dimulai dari kreasi sederhana, seperti mengolah kantong plastik kresek menjadi tas serta sendok plastik bekas menjadi hiasan bunga.
Menurut Siyam, pengolahan sampah secara kreatif tidak hanya mengurangi sampah plastik, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat. Saat ini, Bank Sampah Matahari dikelola oleh enam pengurus yang terbagi dalam divisi pemilahan, operasional, dan kreasi. Penghasilan mereka diperoleh dari selisih penjualan sampah yang telah dipilah serta dari produk hasil daur ulang.
Seiring waktu, produk kreasi terus berkembang. Tidak hanya mengolah kresek, Bank Sampah Matahari juga memanfaatkan bahan kaca, kertas, dan plastik. Bahkan, satu botol plastik dapat diolah menjadi enam produk, di antaranya sapu, asbak, meja, kursi, tatakan gelas, dan baki.
“Kemudian juga dengan adanya pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Madiun. Kita bisa produk asbak yang dari tutup botol. Sehingga dari satu produk botol itu sudah tidak ada sampah lagi,” ujar Siyam.
Produk-produk tersebut pernah mengikuti pameran dan dipasarkan secara daring. Siyam menyampaikan dalam sebulan, Bank Sampah Matahari mampu menjual sekitar 100 sapu dari botol plastik. Produk hasil kreasi tersebut bahkan sempat dipasarkan hingga ke Pulau Bali.
Animo masyarakat terhadap Bank Sampah Matahari terus meningkat. Warga dari dalam dan luar daerah datang untuk mengikuti edukasi dan pelatihan pengelolaan bank sampah secara gratis. Siyam juga kerap menjadi narasumber di berbagai daerah serta mendampingi mahasiswa yang menyusun tugas akhir.
Tidak hanya dalam negeri, aktivitas kreatif di Bank Sampah Matahari juga menarik perhatian warga asing. Siyam menyampaikan sudah ada WNA dari 12 negara yang datang berkunjung, seperti Inggris, Jepang, Korea, Meksiko, Kanada, Swedia, Amerika, Pakistan, dan Australia.
Ke depan, melalui Bank Sampah Matahari, Siam berharap kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus meningkat. Ia pun berharap kebijakan 1 RT 1 bank sampah dari Wali Kota Madiun dapat terwujud sebagai solusi pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
“Dengan adanya nanti bank sampah di setiap RT, saya yakin sampah organik tertangani di RT, sampah anorganiknya tertangani di bank sampah.” pungkasnya. (UF).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....