Tren Hamper dan Parsel Serupa dengan Ater Ater?
- 21 Jan 2026 19:22 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Tren pengiriman hamper dan parsel saat hari raya ternyata bukan hal baru dalam budaya masyarakat Indonesia. Jauh sebelum istilah tersebut populer, masyarakat Jawa telah mengenal tradisi ater-ater, yaitu kebiasaan berbagi makanan sebagai wujud silaturahmi dan rasa syukur.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kristophorus Divinanto Adi Yudono, M.Pd., dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Kampus Kota Madiun, dalam siaran Radio Republik Indonesia (RRI), Senin (5/1/2026), melalui program Ngobrol Bareng Komunitas (Ngobras) Pecinta Bahasa Indonesia di Pro 1 RRI Madiun.
Kristophorus menjelaskan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ater-ater diartikan sebagai kebiasaan mengantarkan makanan kepada saudara yang lebih tua atau orang yang dihormati. Tradisi ini tidak hanya dilakukan pada hari raya keagamaan, tetapi juga hadir dalam berbagai peristiwa sosial seperti pernikahan, selamatan rumah, hingga panen raya.
“Kita memberikan sesuatu yang khusus, di momen yang khusus di masalalu seperti Natal, bedanya kalau ater-ater dulu itu kalah di Jawa khusus digunakan oleh seorang rakyat untuk memberikan hasil panennya kepada Raja sebagai ucapan terma kasih" ujar Kristophorus.
Dalam kesempatan tersebut Kristophorus juga menyebutkan pada umumnya ater-ater berisikan makanan atau minuman layaknya seperti Hamper dan Parsel di masa kini yang sedang menjadi tren.
Namun nampaknya ada perbedaan, jika ater-ater biasanya diberikan dalam kondisi seadanya tanpa dihias. Sementara Hamper dan Parsel umumnya dibentuk sedemikian rupa dan ditambahkan dengan pernak pernik sehingga terlihat menarik.
Ia menambahkan, secara kebahasaan, istilah hamper dan parsel dalam bahasa Indonesia memiliki arti yang sama, yakni bingkisan atau paket hadiah. Perbedaan yang sering dipersepsikan masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh tren pemasaran.
Melalui pemahaman bahasa dan budaya ini, Kristophorus mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada istilah semata. Yang terpenting, lanjutnya, adalah antara Hamper dan Parsel memiliki makna yang sama dan serupa dengan tradisi ater-ater di Jawa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....