Kisah Bibit, Penjual Jamu di Madiun Setia Rawat Warisan Leluhur
- 30 Des 2025 03:57 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Jamu, minuman tradisional warisan leluhur yang berbahan dasar rimpang, daun, dan bahan alami lainnya, hingga kini masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh agar tetap terjaga di tengah padatnya aktivitas.
Bibit (65), seorang penjual jamu tradisional, telah menekuni profesi ini selama sepuluh tahun terakhir. Ia rutin menjajakan dagangannya di dua lokasi berbeda, yakni di area Car Free Day (CFD) Bundaran setiap hari Minggu dan di sekitar Puskesmas Demangan pada hari-hari biasa.
Berbagai jenis jamu ia tawarkan, mulai dari beras kencur, sirih, paitan, jamu puyang, temulawak, kunir apu, hingga luntas. Untuk menjaga kualitas rasa, Bibit memproduksi sendiri seluruh jamunya di rumah setiap hari. Proses produksinya membutuhkan bahan baku segar dalam jumlah yang cukup banyak.
“Dalam satu hari saya membutuhkan sekitar 300 gram kencur, 300 gram kunir, 200 gram temulawak, dan 200 gram puyang,” ungkapnya. Selasa (30/12).
Bibit menawarkan jamunya dalam berbagai variasi kemasan agar memudahkan pelanggan. Untuk kemasan plastik dan gelas minum langsung, ia mematok harga Rp3.000, sedangkan untuk kemasan botol dibanderol dengan harga Rp8.000.
Eksistensi jamu milik Bibit terbukti masih diminati oleh berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Pada hari biasa, ia mampu menjual rata-rata 30 porsi jamu. Namun, saat hari Minggu di area CFD, penjualannya meningkat tajam hingga mencapai 70 hingga 80 porsi.
Meski memiliki pelanggan setia, Bibit mengaku tetap menghadapi kendala cuaca. Menurutnya, faktor hujan seringkali membuat omzetnya menurun.
“Kendalanya kalau sedang hujan, jamu biasanya masih banyak tersisa karena pembeli sepi,” pungkasnya.
Harapan Bibit sederhana namun mendalam; ia ingin generasi muda tetap mencintai jamu sebagai warisan kesehatan asli Indonesia. Baginya, jamu bukan sekadar dagangan, melainkan solusi sehat murah meriah yang membuktikan bahwa hidup sehat tidak harus selalu dibayar mahal. (NF).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....